Kalau kita lihat pergerakan terakhirnya, TAMA sempat catatkan auto reject atas (ARA) di papan FCA. Harga terakhirnya tercatat di Rp113 per lembar pada Rabu, 4 Maret 2026. Nasib serupa dialami IFSH yang juga melesat hingga sentuh ARA, terakhir diperdagangkan di harga Rp3.250.
Di sisi lain, suspensi untuk SSTM relatif lebih singkat. Saham ini hanya digembok satu hari pada 17 Maret lalu. Pemicunya, penurunan 8,26 persen ke level Rp500 di perdagangan sebelumnya.
Jadi, meski ketiganya sudah bisa ditransaksikan lagi, investor perlu mencermati perbedaan perlakuan dan skema perdagangan yang berlaku. Pasar kembali hidup, tapi dengan beberapa catatan penting.
Artikel Terkait
IHSG Bangkit dari Awal Melemah, Rebound 0,28% di Awal Perdagangan
Kemenhub Wajibkan Sopir Cadangan dan Aturan Istirahat Ketat untuk Antisipasi Kecelakaan Arus Balik
PT Merdeka Gold Ajukan IPO di Hong Kong di Tengah Peningkatan Produksi dan Kerugian Membengkak
Harga CPO Melemah Tipis di Tengah Pergerakan Minyak Nabati yang Beragam