Rabu pagi (25/3/2026) diawali dengan sentimen negatif di Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,31 persen, terperosok ke posisi 7.084. Suasana awal itu tampaknya cukup menekan.
Namun begitu, hanya dalam hitungan menit, situasi berubah. Hingga pukul 09.15 WIB, IHSG berhasil bangkit dan berbalik menguat 0,28 persen ke level 7.126,61. Bahkan, indeks sempat menyentuh puncak harian di 7.145 sebelum akhirnya sedikit stabil. Aksi beli di menit-menit awal berhasil mendorong rebound yang cukup signifikan.
Dinamika pergerakan saham pagi ini terlihat cukup beragam. Dari total saham yang aktif diperdagangkan, 190 emiten berada di zona hijau alias menguat. Di sisi lain, 338 saham justru melemah, sementara 430 lainnya stagnan atau flat. Transaksi awal terpantau cukup cair, menyentuh nilai Rp1,9 triliun dengan volume perdagangan mencapai 2,9 miliar lembar saham.
Indeks-indeks lainnya juga menunjukkan performa yang beragam. Indeks LQ45 naik tipis 0,27 persen ke 724. Indeks JII melesat lebih kencang, naik 1,03 persen ke level 473. Sementara itu, indeks MNC36 dan IDX30 masing-masing menguat 0,36 persen ke 305 dan 0,46 persen ke 394.
Kalau dilihat dari sektornya, gambaran pasar jadi lebih jelas. Mayoritas indeks sektorial justru terperangkap di zona merah. Sektor-sektor yang melemah meliputi energi, konsumer siklikal, keuangan, infrastruktur, bahan baku, transportasi, teknologi, dan kesehatan. Dua sektor yang paling terpukul adalah keuangan dan teknologi, dengan penurunan masing-masing 2,37 persen dan 1,36 persen.
Meski banyak yang merah, beberapa sektor masih mampu bertahan. Konsumer non-siklikal, properti, dan industri tercatat masih berada di wilayah hijau, memberikan sedikit penyeimbang bagi tekanan yang terjadi di sektor lain.
Nah, untuk saham-saham individual, pergerakannya cukup ekstrem. Tiga saham yang jadi pahlawan pagi ini atau top gainers adalah:
PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) yang melonjak 30,26 persen.
Indo Premier Investments Management (XISB) naik 25 persen.
PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) juga menguat 25 persen.
Sebaliknya, jajaran top losers diisi oleh nama-nama yang cukup terpuruk:
PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) anjlok 14,47 persen.
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) turun 13,84 persen.
Ciptadana Asset Management merosot 11,54 persen.
Pasar pagi ini benar-benar menunjukkan dua wajah: rebound indeks utama di satu sisi, tapi dengan koreksi tajam di sektor-sektor kunci dan pergerakan saham yang sangat volatil. Menarik untuk dilihat bagaimana lanjutannya sepanjang hari.
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Anjlok 14 Dolar dalam Sepekan, Citigroup Sebut Stok Global Tinggi dan Permintaan Melemah
SIG Genjot Ekspor ke Afrika dan Prancis untuk Atasi Kelebihan Pasokan Domestik
Bappenas: Kemacetan Jabodetabek Rugikan Ekonomi Rp100 Triliun per Tahun, SIG Hadirkan Beton Cepat Kering SpeedCrete
Proses Delisting MABA Terhambat, Saham Benny Tjokro yang Disita Kejagung Halangi Buyback