Gubernur Hadramout Bongkar Agenda Gelap UEA di Balik Retaknya Koalisi Arab

- Selasa, 20 Januari 2026 | 14:48 WIB
Gubernur Hadramout Bongkar Agenda Gelap UEA di Balik Retaknya Koalisi Arab

Retaknya hubungan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di Yaman kini semakin nyata. Gubernur Hadramout, Salem Al-Khunbashi, tak sungkan-sungkan menyerang Abu Dhabi. Dalam sebuah pernyataan terbuka, dia menuduh UEA menyalahgunakan mandat Koalisi Arab demi agenda gelap yang justru mengancam kedaulatan Yaman bagian selatan.

Koalisi Arab sendiri dibentuk Saudi pada 2015, dengan UEA, Mesir, Yordania, dan Bahrain sebagai anggotanya. Tujuannya waktu itu jelas: mengembalikan pemerintahan yang diakui dunia internasional, setelah pemberontak Houthi yang didukung Iran menggulingkannya.

Namun begitu, aliansi itu kini tampak retak. Memasuki akhir 2025, Arab Saudi secara terbuka menuduh Uni Emirat Arab mendukung kelompok separatis di selatan Yaman. Tuduhan itu memuncak ketika Saudi membombardir kendaraan militer yang baru datang dari UEA di Pelabuhan Mukalla, Hadramout, pada 30 Desember. Abu Dhabi tentu saja membantah.

Di sisi lain, Gubernur Al-Khunbashi yang juga anggota Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman mengeluhkan penderitaan warga Hadramout. Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir, kelompok bersenjata yang loyal kepada Aidarous Al-Zubaidi telah melakukan serangkaian pelecehan serius.

“Kami percaya mereka (UEA) akan menjadi sumber dukungan dan bantuan, namun kami terkejut dengan perilaku mereka,”

kata Al-Khunbashi dalam konferensi pers, seperti dilaporkan Saudi Gazette, Selasa (20/1).

Al-Zubaidi adalah pemimpin Southern Transitional Council (STC), kelompok yang berusaha memisahkan Yaman Selatan. Kelompoknya, kata sang gubernur, melakukan penggerebekan, intimidasi, penjarahan, bahkan penculikan dan pembunuhan terhadap warga sipil. Tak hanya itu, penghancuran properti negara juga terjadi, menimbulkan kerugian yang luas.

Perlengkapan Mencurigakan di Pangkalan Udara

Lebih lanjut, Al-Khunbashi mengungkap temuan yang cukup mencengangkan. Pemerintah Yaman, katanya, menemukan aktivitas dan peralatan mencurigakan milik UEA di Pangkalan Udara Al-Rayyan, Mukalla. Temuan ini dinilai sangat tidak sejalan dengan tujuan koalisi atau pun solidaritas Arab.

Peralatan itu mencakup jebakan, bahan peledak, detonator, hingga perangkat komunikasi yang diduga dipakai untuk pembunuhan dan penyiksaan. Menurutnya, keberadaan barang-barang itu di sebuah pangkalan udara jelas-jelas tidak normal. “Ini menunjukkan tempat itu digunakan untuk merencanakan kejahatan terhadap warga sipil,” tegasnya.

Cara persiapan dan sifat bahannya pun tidak seperti perlengkapan militer reguler. Semua ini, bagi Al-Khunbashi, menguatkan kesan bahwa pangkalan tersebut jadi markas operasi kriminal. Dia menuding kelompok bersenjata pendukung Al-Zubaidi hanya memakai isu perjuangan selatan sebagai kedok. Di baliknya, mereka melayani agenda UEA untuk menyebar kekacauan dan menggagalkan inisiatif politik.

Kaburnya Pemimpin STC

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar