Malam Mencekam di Purbalingga: Kayu Gelondongan Raksasa Hantam Rumah Warga

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:35 WIB
Malam Mencekam di Purbalingga: Kayu Gelondongan Raksasa Hantam Rumah Warga

Dini hari tadi, suasana mencekam melanda dua desa di Purbalingga. Desa Serang dan Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, tiba-tiba diterjang banjir bandang yang ganas. Bencana itu tak hanya merenggut korban jiwa, tapi juga membawa serta material mengerikan: kayu-kayu gelondongan besar yang menghancurkan apa saja di depannya.

Kejadiannya begitu cepat. Menurut sejumlah saksi, air datang tiba-tiba dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga. Salah satu korban yang merasakan langsung dahsyatnya bencana itu adalah Saryono Sakirin, seorang warga berusia 68 tahun dari RT 14 RW 05, Desa Sangkanayu.

Rumahnya luluh lantak. Tak ada yang tersisa, bahkan peralatan untuk memproduksi batako yang menjadi mata pencahariannya pun ikut hanyut. Ia mengenang, saat itu dirinya sedang tertidur lelap.

"Saya lagi tidur di rumah. Terus istri saya kebangun terus air sudah masuk rumah," ujar Saryono.

Suaranya masih terdengar bergetar saat menceritakan ulang. Air yang masuk ternyata bukan sembarang air. Arusnya begitu besar dan deras, memaksanya untuk segera menyelamatkan diri ke lantai dua.

"Air besar banget. Saya panik terus naik ke lantai 2. Tapi air semakin besar dan suara gemuruh menakutkan," lanjutnya.

Namun begitu, rasa aman di lantai dua ternyata ilusi. Bencana itu membawa ancaman lain yang lebih nyata. Arus deras itu bukan cuma air, tapi juga membawa kayu-kayu gelondongan raksasa. Salah satu batang kayu besar itu menghantam langsung tiang penyangga rumahnya.

"Ternyata kayu yang datang sampai saka rumah saya tertabrak kayu besar. Alhamdulillah tidak patah. Kalau patah ya ambruk," katanya sambil menghela napas.

Ia memperkirakan, momen mengerikan itu terjadi sekitar pukul setengah tiga dini hari. Sekarang, yang tersisa hanya puing-puing dan kenangan akan rumah yang telah hilang tersapu arus dalam sekejap.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar