Anak Tega Bakar Rumah Orang Tua di Deli Serdang Gara-gara Cekcok

- Minggu, 19 April 2026 | 15:55 WIB
Anak Tega Bakar Rumah Orang Tua di Deli Serdang Gara-gara Cekcok

Di sebuah rumah semi permanen di Jalan Harapan, Desa Fuji Mulyo, suasana keluarga berubah jadi malapetaka. Agus Suyanto, pria 43 tahun itu, tega membakar rumah orang tuanya sendiri. Kejadian memilukan ini berlangsung di Kilometer 12.5, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Motifnya? Konon gara-gara persoalan rumah tangga yang bikin pelaku emosi tak terkendali.

Menurut Kapolsek Sunggal, Kompol Yunus Tarigan, semuanya terjadi pada Sabtu pagi, 18 April 2026. Sekitar pukul sepuluh, Agus yang merupakan anak pertama itu sedang ada di rumah ibunya, Ponina (70). Mereka terlibat cekcok sengit.

"Agus Suyanto merupakan anak pertama dari pemilik rumah. Saat itu, keduanya sedang cekcok,"

kata Yunus, Minggu (19/4).

Cekcok dengan sang ibu rupanya memantik amarah yang sudah lama tertanam. Sekitar setengah jam sebelum kejadian, sekitar pukul 09.30 WIB, Agus masuk ke sebuah kamar. Dengan penuh nekat, dia mengambil korek api dan membakar kapas dari sebuah bantal.

Api kecil itu dengan cepat berubah jadi kobaran besar. Dalam sekejap, rumah semi permanen itu dilalap si jago merah.

"Adik korban (bernama Omayani), melihat pelaku membakar kapas bantal menggunakan mancis hingga menyebabkan kebakaran rumah semi permanen,"

ujar Kompol Yunus.

"Adiknya langsung keluar rumah dan meminta tolong kepada warga. Mereka bersama-sama berusaha memadamkan api menggunakan selang air dan ember,"

tambahnya.

Tapi usaha warga tak banyak membantu. Material bangunan semi permanen itu membuat api menjalar cepat dan sulit dikendalikan. Butuh waktu sekitar satu jam bagi petugas pemadam kebakaran yang datang kemudian untuk akhirnya memadamkan kobaran itu.

Latar Belakang yang Rumit

Lalu, apa yang mendorong seorang anak membakar rumah orang tuanya sendiri? Kompol Yunus membeberkan, akar masalahnya ada pada kehidupan rumah tangga Agus yang berantakan. Sejak bercerai dari istrinya tiga bulan lalu, emosinya jadi labil dan mudah meledak.

"Pelaku selalu bertanya tentang keberadaan istri dan kedua anaknya. Namun, keluarganya memang benar-benar tidak mengetahui keberadaan istri dan anak-anaknya, sehingga hal itu membuat dirinya emosi,"

jelas Yunus.

Keluarga pun jadi sasaran pelampiasan. Dia merasa tak ada lagi yang peduli padanya. Perasaan tersingkir dan marah itu memuncak saat cekcok dengan ibunya terjadi. Kontrol dirinya hilang sama sekali.

"Karena pelaku merasa keluarganya tidak memedulikannya, pelaku nekat membakar rumah orang tuanya,"

ungkapnya.

Perceraiannya sendiri diduga kuat terjadi karena sikap Agus yang arogan. Bahkan keluarganya sendiri konon merasakan hal serupa. Ikatan itu semakin renggang.

"Pelaku sudah berpisah rumah dengan istrinya dan selama tiga bulan terakhir tidak pernah lagi bertemu dengan istri dan anak-anaknya,"

tutup Kapolsek.

Sebuah tragedi keluarga yang berawal dari emosi yang tak tertahankan, dan berakhir dengan abu serta penyesalan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar