IDXChannel – Nasib IHSG hari ini? Masih di jalur koreksi, kata para analis. Tapi jangan keburu panik dulu. Koreksinya diprediksi bakal terbatas, cuma menguji level 6.983 sampai 7.009. Eh, tapi ada juga peluang buat menguat dalam waktu dekat targetnya di kisaran 7.109 hingga 7.270. Agak naik-turun, ya.
Menurut riset MNC Sekuritas yang dirilis Selasa (27/4/2026), posisi IHSG sekarang ini lagi berada di bagian dari wave [v] pada label hitam. Atau, kalau mau pakai skenario lain, bisa juga di bagian akhir wave [b] dari wave B pada label merah. Istilah teknisnya memang agak bikin pusing, tapi intinya: masih ada ruang gerak.
Untuk support, mereka pasang di level 7.022 dan 6.917. Sementara resistance-nya ada di 7.313 dan 7.484. Nah, kalau dilihat dari penutupan kemarin, IHSG turun 0,48 persen ke angka 7.072. Volume perdagangan mengecil, dan tekanan jual masih mendominasi. Suasana pasar kayaknya lagi agak hati-hati.
Di sisi lain, MNC Sekuritas juga kasih rekomendasi buat beberapa saham. Semuanya pakai strategi Buy on Weakness artinya, beli saat harga lagi turun. Nih, detailnya:
EMAS – Turun 2,06 persen ke Rp9.500. Tekanan jual mulai muncul. Kata analis, posisi EMAS sekarang ada di wave 2 dari wave (5).
Buy on Weakness: Rp8.675–Rp9.475
Target Price: Rp10.325, Rp10.775
Stoploss: di bawah Rp8.375
BRIS – Koreksi 2,17 persen ke Rp1.800. Tekanan jualnya malah cenderung meningkat. Posisinya diperkirakan di wave [iii] dari wave 5.
Buy on Weakness: Rp1.670–Rp1.765
Target Price: Rp1.830, Rp1.925
Stoploss: di bawah Rp1.615
INET – Nah, ini sedikit berbeda. INET malah menguat 0,65 persen ke Rp312. Tapi tetap aja masih ada tekanan jual. Best case-nya, posisi INET saat ini di wave [ii] dari wave C pada label hitam.
Buy on Weakness: Rp290–Rp304
Target Price: Rp346, Rp402
Stoploss: di bawah Rp278
TLKM – Turun tipis 0,35 persen ke Rp2.820. Yang menarik, muncul volume pembelian di sini. Posisinya diduga di wave [v] dari wave C.
Buy on Weakness: Rp2.640–Rp2.750
Target Price: Rp2.960, Rp3.160
Stoploss: di bawah Rp2.610
Gimana? Ada yang menarik buat dicermati? Ingat, semua ini cuma analisa bukan jaminan. Pasar saham tuh kadang kayak cuaca, bisa berubah tanpa aba-aba.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Kinerja OpenAI Tekan Saham Teknologi Jelang Rilis Laba Raksasa AS
Tiga Direksi PT Prime Agri Resources Tbk Serahkan Pengunduran Diri, Keputusan Ditentukan Lewat RUPS
Intiland Lepas Seluruh Saham Anak Usaha Hotel Whiz Senilai Rp31,32 Miliar
Pemerintah dan OJK Resmikan Program PINTAR Reksa Dana untuk Dorong Literasi Investasi Mahasiswa