Ruben Onsu Dilaporkan Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena Rp5,5 Miliar

- Kamis, 23 April 2026 | 03:20 WIB
Ruben Onsu Dilaporkan Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena Rp5,5 Miliar

Jakarta - Dunia hiburan lagi-lagi dikejutkan oleh kabar tak mengenakkan. Kali ini, Ruben Onsu, presenter yang sudah tak asing lagi di layar kaca, dikabarkan menjadi korban penipuan. Modusnya? Bisnis mukena fiktif dengan nilai yang bikin geleng-geleng kepala: Rp5,5 miliar.

Ceritanya berawal dari sebuah perkenalan. Menjelang Lebaran lalu, Ruben dikenalkan pada seorang berinisial PS oleh seorang rekan. Momen spesial itu rupanya dimanfaatkan PS untuk melancarkan aksinya. Dia menawarkan kerja sama produksi mukena yang terlihat sangat menggiurkan. "Karena momentum mau Lebaran, Ruben melihat ini peluang bisnis yang bagus," ujar Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu.

Pelaku ini tampil meyakinkan. Dia bahkan membawa nama PT Venteny Fortuna Indo sebagai perusahaan yang bakal menaungi kerja sama ini. Tak tanggung-tanggung, draf perjanjian dengan nilai fantastis Rp5,5 miliar pun diperlihatkan. Semua terlihat rapi dan profesional, persis seperti peluang emas yang sulit ditolak.

Namun begitu, setelah kepercayaan mulai terbangun, permintaan uang pun mulai mengalir. Dana diminta bertahap dengan segudang alasan yang kedengarannya masuk akal. Mulai dari uang muka produksi, biaya operasional, sampai dana untuk 'entertain' mencari pabrik dan bahan baku berkualitas. Ruben pun beberapa kali melakukan transfer.

Di sisi lain, proyek yang dijanjikan tak kunjung menunjukkan tanda-tanda realisasi. Yang lebih mencengangkan, setelah diselidiki, uang miliaran rupiah itu ternyata sama sekali tidak pernah sampai ke pabrik untuk memulai produksi. "Uang dari Ruben sudah masuk, tapi tidak pernah diturunkan ke pabrik untuk produksi," tegas Minola. Intinya, menguap begitu saja.

Dan puncaknya? Pelaku kini hilang bagai ditelan bumi. Nomor teleponnya tak lagi aktif, kontaknya pun putus. "Nomornya sudah tidak bisa dihubungi, orangnya seperti menghilang," keluh Minola.

Kasus ini jelas jadi tamparan keras. Sekaligus pengingat untuk ekstra waspada. Tawaran bisnis yang tampak menggiurkan, dibalut proposal mentereng dan janji manis, ternyata bisa berujung pada jebakan yang merugikan. Semua terlihat sempurna, sampai akhirnya terbukti itu hanya ilusi belaka.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar