Di Balik Saham SMGR: Pemerintah Kuasai Mayoritas, Asing Ikut Main

- Rabu, 26 November 2025 | 16:20 WIB
Di Balik Saham SMGR: Pemerintah Kuasai Mayoritas, Asing Ikut Main
Mengenal Pemilik Saham SMGR

Bicara soal industri semen di Indonesia, nama PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) pasti sudah tak asing lagi. Perusahaan BUMN ini, didirikan sejak 1957, memang raksasa di bidangnya. Tapi tahukah Anda, selain semen, mereka punya delapan lini produk dan jasa lainnya? Mulai dari beton, mortar, precast, sampai jasa konstruksi.

Jaringannya luas sekali. Mereka punya pabrik pengemasan di 26 lokasi, enam pabrik penggilingan, dan tujuh pelabuhan. Produk semennya menguasai setengah pasar semen kantong di dalam negeri. Bahkan, semen mereka sudah menembus Vietnam dengan merek Thang Long Cement.

Perjalanan SMGR cukup panjang. Awalnya, kapasitas produksinya cuma 250.000 ton per tahun. Tapi kemudian, mulai 1995, mereka mulai mengakuisisi perusahaan-perusahaan semen lain. Semen Padang dan Semen Tonasa adalah yang pertama. Kemudian, di tahun 2013, BUMN produsen semen yang tadinya terpisah-pisah akhirnya disatukan di bawah Semen Indonesia sebagai strategic holding.

Saat ini, SMGR punya 17 entitas anak usaha. Selain yang tadi disebut, mereka juga mengakuisisi Thang Long Cement Company dan PT Holcim Indonesia Tbk, yang sekarang berganti nama jadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

Lalu, siapa sebenarnya yang mengendalikan saham perusahaan sebesar ini?

Berdasarkan laporan bulanan per 31 Oktober 2025, pemerintah Indonesia-lah pengendali utamanya. Lewat PT Danantara Asset Management, pemerintah memegang 3,45 miliar saham, atau setara dengan 51,23% dari total saham yang beredar.

Di sisi lain, institusi asing juga punya porsi cukup signifikan, yaitu 29,82% atau sekitar 2,01 juta saham. Sementara itu, institusi lokal memegang 11,08% saham.

Karena statusnya sebagai BUMN, penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham ini jelas pemerintah Indonesia.

SMGR sudah melantai di bursa sejak 1991. Kala itu, mereka melepas 40 juta saham dengan harga Rp7.000 per lembar. Hasilnya? Dana segar Rp280 miliar masuk ke kas perusahaan.

Kini, harga saham SMGR berada di level Rp2.830 per saham, mencetak kenaikan sekitar 10% dari perdagangan sebelumnya. Meski begitu, secara tahun berjalan, saham ini masih tercatat melemah 14,02%.

Jadi, itulah gambaran singkat tentang siapa yang memegang kendali atas salah satu BUMN terbesar di negeri ini.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar