Pabrik Petrokimia Lotte di Cilegon Resmi Beroperasi, Terbesar di Asia Tenggara
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan pabrik baru PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten. Fasilitas petrokimia ini tercatat sebagai yang terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Komitmen Investasi dan Penguatan Industri Kimia Indonesia
Peresmian pabrik Lotte Chemical Indonesia New Ethylene (LINE) menandai realisasi komitmen investasi jangka panjang Lotte Group. Kehadiran pabrik ini membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim industri Indonesia, khususnya di sektor kimia dasar.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan kebutuhan bahan kimia nasional pada 2024 mencapai lebih dari 53 juta ton per tahun. Sebanyak 72% di antaranya berbasis migas dan batu bara. Sayangnya, kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh permintaan tersebut.
Strategi Pengurangan Ketergantungan Impor
Impor petrokimia Indonesia masih mendekati USD 11 miliar per tahun dengan peningkatan sekitar 10% setiap tahun. Pembangunan pabrik LINE menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia dasar.
Dengan nilai investasi hampir Rp 60 triliun, proyek LINE menjadi salah satu investasi terbesar di Indonesia. Fasilitas ini juga menghadirkan Nafta Cracker kedua di Tanah Air setelah lebih dari 30 tahun.
Dampak Positif bagi Industri Nasional
Pabrik baru PT LCI tidak hanya memberikan multiplier effect bagi industri nasional, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya industri turunan baru berbasis produk aromatik dan olefin.
Chairman LOTTE Group Shin Dong-bin menyatakan proyek ini merupakan simbol kemitraan kuat antara Korea Selatan dan Indonesia. Investasi ini juga menjadi landasan penting bagi penguatan industri petrokimia nasional dan daya saing Indonesia.
Kapasitas Produksi dan Teknologi Mutakhir
Kompleks pabrik seluas 110 hektare ini memiliki kapasitas produksi naphtha cracker sebesar 3 juta ton per tahun. Produk yang dihasilkan meliputi:
- 1 juta ton etilena per tahun
- 520 ribu ton propilena per tahun
- 350 ribu ton polipropilena per tahun
- 140 ribu ton butadiena per tahun
- 400 ribu ton BTX (benzena, toluena, xilena) per tahun
Fasilitas yang mulai beroperasi komersial pada Oktober 2025 ini terintegrasi dengan pabrik polietilena (PE) berkapasitas 450 ribu ton. Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai produksi secara signifikan.
Teknologi Hijau dan Efisiensi Digital
Kompleks pabrik Lotte Chemical menggunakan teknologi desain mutakhir dari Korea yang menggabungkan efisiensi energi tinggi dan sistem rendah karbon. Fasilitas ini dirancang untuk menggunakan hingga 50% LPG selain naphtha sebagai bahan baku utama, memungkinkan efisiensi biaya dan operasional yang optimal.
Implementasi sistem digital Asset Information Management (AIM) berbasis model 3D memperkuat integrasi data dan pemeliharaan preventif. Sistem ini meningkatkan keandalan dan produktivitas fasilitas secara keseluruhan.
Kontribusi bagi Ekonomi Indonesia
Dari kompleks petrokimia terbesar di ASEAN ini, LCI diproyeksikan mampu menciptakan nilai ekonomi sekitar USD 2 miliar per tahun. Kehadiran pabrik ini akan memperkuat rantai pasok industri hilir sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak Jakarta 20 Februari 2026 Pukul 04.32 WIB
Kereta Petani dan Pedagang KAI Angkut Lebih dari 11.400 Penumpang dalam Dua Bulan
Jadwal Imsak Tangerang di Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026
Imsak Bekasi Jumat 20 Februari 2026 Pukul 04.31 WIB