Jakarta. Suasana di kamp timnas terasa berbeda. Menjelang FIFA Series Maret 2026, kepercayaan diri skuad Garuda terpancar jelas. Mereka akan bertanding di kandang sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno, dengan satu modal berharga: benteng pertahanan yang diperkuat sejumlah bek top dari pentas Eropa.
John Herdman, sang pelatih, akan menguji kekuatan itu melawan tiga lawan dari benua berbeda. Bulgaria, Saint Kitts and Nevis, dan Kepulauan Solomon siap menjadi tolok ukur.
Fondasi Utama dari Benua Biru
Kalau dilihat dari daftar 24 pemain yang dipanggil, hampir separuhnya tepatnya sembilan orang adalah bek. Ini sinyal jelas. Herdman sedang membangun tim dari belakang, dan pilihannya terbilang mentereng.
Ambil contoh Jay Idzes. Selain ban kapten, pria ini adalah pilar utama. Pengalamannya bermain rutin untuk Sassuolo di Serie A Italia bukan main-main. Jam terbang di liga elite itu memberinya kematangan yang sulit dicari.
Lalu ada Kevin Diks. Performanya di Bundesliga bersama Borussia Monchengladbach cukup membuat tenang. Yang menarik, di klubnya dia bahkan sering jadi eksekutor penalti. Itu bicara soal mental dan kepercayaan, bukan cuma skill bertahan.
Jangan lupakan Elkan Baggott. Bek jangkung dari Ipswich Town ini membawa gemblengan fisik khas Championship Inggris. Kehadirannya memberi kedalaman sekaligus opsi lain di udara.
Bukan Cuma Eropa, Chemistry Lokal Juga Penting
Artikel Terkait
John Herdman Hadapi Ujian Perdana di FIFA Series, Lawan Saint Kitts dan Nevis
Hakim Danish Fokus Bangkit di COTA Usai Kalah dari Veda Ega
Quiles Juarai Moto3 Brasil 2026, tapi Catatan Lap Tercepat Milik Veda Ega Pratama
Mohamed Sahah Pamit dari Liverpool, Akhiri Era Gemilang di Anfield