Final Championship 2025/2026 dipastikan berlangsung sengit ketika PSS Sleman menjamu Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5) malam. Meski tiket promosi ke Super League sudah diamankan, Super Elang Jawa belum berniat mengakhiri musim begitu saja. Satu misi terakhir masih diburu: mengangkat trofi juara di hadapan pendukung sendiri.
Atmosfer pertandingan diprediksi membara. Puluhan ribu suporter PSS diperkirakan memadati stadion untuk menyaksikan duel dua tim terbaik musim ini. Bermain di kandang sendiri membuat PSS sedikit lebih diunggulkan. Namun, Garudayaksa FC datang dengan ambisi yang sama besar untuk menutup musim sebagai kampiun.
Laga final ini juga menghadirkan duel menarik di pinggir lapangan. Dua mantan pemain Timnas Indonesia, Ansyari Lubis dan Widodo Cahyono Putro, akan saling adu strategi memperebutkan gelar juara. Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, memastikan anak asuhnya berada dalam kondisi siap tempur.
“Untuk pertandingan final, semuanya sudah menunjukkan sikap dan antusiasme yang cukup tinggi dalam sesi latihan,” kata Ansyari.
Pelatih berusia 55 tahun itu mengungkapkan tim pelatih telah mempersiapkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi, termasuk situasi bola mati hingga potensi adu penalti. “Kualitas dalam situasi tersebut dapat memberikan kontribusi besar untuk membuat tim menjadi lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, di kubu Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro menegaskan timnya tidak datang hanya untuk menjadi pelengkap final. “Kami juga membidik gelar juara. Pemain dan manajemen sudah berkomitmen. Selagi ada peluang, mari bersama-sama meraih gelar juara Championship,” ujarnya.
Secara statistik, PSS Sleman memang lebih meyakinkan sepanjang musim. Super Elang Jawa menutup fase kompetisi dengan torehan 56 poin hasil dari 16 kemenangan, delapan kali imbang, dan hanya tiga kekalahan. Mereka juga tampil tajam dengan koleksi 53 gol serta hanya kebobolan 19 kali. Namun, Garudayaksa FC bukan lawan sembarangan. Tim juara Grup A itu mengumpulkan 52 poin dengan catatan 14 kemenangan, 10 hasil imbang, dan tiga kekalahan. Produktivitas mereka juga impresif dengan 49 gol dan jumlah kebobolan identik dengan PSS, yakni 19 gol.
Menariknya, final nanti akan menjadi pertemuan resmi pertama kedua tim. Tidak ada rekor head to head yang bisa dijadikan acuan mutlak. Situasi tersebut membuat pertandingan diprediksi berlangsung terbuka sejak menit awal.
Pertandingan akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, dengan kick-off pukul 19.00 WIB. Laga ini dapat disaksikan secara langsung melalui platform streaming Vidio.
Artikel Terkait
Krisis Ruang Ganti Madrid: Pemain Ejek Arbeloa dengan Julukan “Cone” Jelang El Clasico
Timnas Indonesia U-17 Hadapi Qatar demi Tiket Perempat Final Piala Asia
Muhammad Lutfi Agizal Resmi Jadi Sekjen Muaythai Indonesia, Targetkan Transformasi Pembinaan Atlet
Konflik Internal Memanas, Masa Depan Allegri dan Tare di AC Milan Makin Tidak Pasti