Suasana pagi di sebuah rumah kontrakan di Bogor Tengah berubah jadi mencekam. Sekitar pukul sepuluh, api tiba-tiba menyambar. Penyebabnya diduga kuat adalah kebocoran tabung gas tiga kilogram yang digunakan untuk memasak. Akibatnya, tiga anggota satu keluarga mengalami luka bakar serius.
Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, mengonfirmasi peristiwa nahas ini. "Betul. Korban alami luka bakar tiga orang. Untuk sementara, ketiga korban dirawat di RSUD Kota Bogor," ujarnya, Selasa lalu.
Kondisi mereka cukup memprihatinkan. Dari data yang dihimpun, luka bakar yang diderita berkisar antara 30 hingga 80 persen. Sang ayah, MN (62), mengalami luka paling parah, mencapai 80 persen. Sementara sang ibu, HE (42), dan anak perempuannya yang baru berusia 7 tahun, PR, masing-masing menderita luka bakar sekitar 50 persen.
Menurut sejumlah saksi, kejadian berlangsung cepat. HE, sang ibu, sedang bersiap memasak di dapur. Namun begitu, tabung gas yang digunakannya diduga bocor. Saat itu, seluruh keluarga ayah, ibu, dan anak sedang berkumpul dan berbincang di ruang tengah. Gas yang bocor itu kemudian menyambar api dan menjilat mereka bertiga.
"Pemilik rumah saat hendak masak, tiba-tiba gas tiga kilogram bocor. Keluarga sedang kumpul di ruang tengah, kemudian api menyambar ketiga korban," jelas Sumardi, Staf Bidang Operasi Tagana Kota Bogor, saat dihubungi terpisah.
Dia menambahkan, korban langsung dilarikan ke rumah sakit. "Korban langsung dilarikan ke RSUD Kota Bogor untuk mendapatkan pertolongan medis," imbuhnya. Hingga kini, ketiganya masih menjalani perawatan intensif. Kejadian ini tentu menjadi peringatan keras tentang pentingnya keamanan dalam penggunaan tabung gas di rumah tangga.
Artikel Terkait
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bisa Berjuang Sendirian Jika Perang dengan Iran Berlanjut
Ole Romeny Dinobatkan sebagai Pemain Terusung Usai Gol Tunggal Bawa Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik
Kebakaran Hanguskan Satu Dermaga dan Lima Speed Boat di Kayong Utara, Penyebab Masih Diselidiki
Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah dan Cadangan Devisa Terus Tertekan