442 Jemaah Haji Kloter 5 Embarkasi Pondok Gede Berangkat ke Tanah Suci, Tiga Orang Tertinggal karena Sakit

- Sabtu, 25 April 2026 | 14:00 WIB
442 Jemaah Haji Kloter 5 Embarkasi Pondok Gede Berangkat ke Tanah Suci, Tiga Orang Tertinggal karena Sakit

JAKARTA – Suasana di Embarkasi Jakarta Pondok Gede pagi itu terasa sibuk tapi tertib. Sabtu, 25 April 2026, sebanyak 442 jemaah haji mulai bergerak menuju Bandara Soekarno-Hatta. Mereka akan terbang ke Makkah, Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji.

Tapi, tidak semua anggota Kloter 5 bisa ikut. Awalnya, kelompok terbang ini berisi 445 orang. Namun, tiga di antaranya harus tertinggal. Bukan karena sengaja, melainkan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Sugito, Ketua PPIH Embarkasi Jakarta Pondok Gede, menjelaskan hal itu kepada wartawan.

"Ya, untuk Kloter 5 ini asal Jakarta Timur itu berjumlah 442 orang, karena ada tiga jemaah yang tidak bisa berangkat," katanya.

Nah, dari tiga jemaah yang batal berangkat ini, ceritanya beda-beda. Satu orang, sejak awal memang sudah tidak bisa datang ke asrama. Dia sakit di rumah. Dua lainnya sempat sampai di asrama haji, tapi kemudian harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

"Satu orang sejak jadwal masuk asrama sudah tidak bisa hadir karena sakit di rumah. Kemudian yang sudah masuk di sini, ada dua orang yang masih dirujuk ke rumah sakit," ucap Sugito.

Sekarang, pihak PPIH masih memantau perkembangan ketiga jemaah itu. Kalau kondisi mereka membaik, ada kemungkinan mereka tetap bisa berangkat. Tapi tentu saja, tidak serta-merta. Mereka akan dimasukkan ke kelompok terbang berikutnya.

"Menunggu kondisinya istita’ah. Nanti bisa di-tanazul-kan ke kloter lain jika istita’ah-nya sudah memungkinkan," sambung Sugito.

Jadi, sementara 442 jemaah lainnya sudah meluncur ke Tanah Suci, tiga orang ini masih berjuang untuk bisa menyusul. Semoga saja lekas pulih.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar