MURIANETWORK.COM - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, sentra produksi kue keranjang tradisional di Yogyakarta mulai diserbu pesanan. Permintaan yang telah mencapai ratusan kilogram ini tidak hanya datang dari wilayah sekitar, tetapi juga merambah ke berbagai daerah di luar pulau, menandai dimulainya musim ramai bagi para perajin.
Lansia Penjaga Tradisi di Balik Kesibukan
Suasana sibuk terpancar dari sebuah rumah produksi di Jalan Tukangan, Danurejan. Yang menarik perhatian adalah para pekerja utamanya: sekelompok lansia yang dengan cekatan dan semangat tinggi mengaduk adonan serta mencetak kue. Keahlian tangan mereka, yang terasah bertahun-tahun, menjadi tulang punggung proses pembuatan kue keranjang di tempat ini.
Rumah produksi ini memiliki kapasitas yang cukup besar, mampu menghasilkan hingga dua ton kue keranjang setiap musim Imlek. Mengandalkan metode tradisional tanpa bahan pengawet, kue hasil olahan mereka dikenal memiliki daya tahan yang lama, bahkan bisa bertahan hingga satu tahun jika disimpan dengan cara yang benar.
Rasa Konsisten yang Menjadi Daya Tarik Utama
Dengan harga jual Rp50.000 per kilogram, kue keranjang ini memiliki pangsa pasar yang luas. Pelanggan setia tidak hanya berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, tetapi juga dari kota-kota lain seperti Lampung. Rahasia ketahanan usahanya selama empat dekade terletak pada konsistensi rasa yang berhasil dipertahankan dari tahun ke tahun.
Artikel Terkait
Kosovo Tumbangkan Slovakia 4-3 dalam Drama Semifinal Kualifikasi Piala Dunia
Kosovo Kalahkan Slovakia 4-3, Siap Hadapi Turki di Final Kualifikasi Piala Dunia
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global
Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 859 Ribu, Transaksi Digital dan Uang Tunai Tumbuh Beriringan