Sentra Kue Keranjang Yogyakarta Diserbu Pesanan Jelang Imlek

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 22:45 WIB
Sentra Kue Keranjang Yogyakarta Diserbu Pesanan Jelang Imlek

MURIANETWORK.COM - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, sentra produksi kue keranjang tradisional di Yogyakarta mulai diserbu pesanan. Permintaan yang telah mencapai ratusan kilogram ini tidak hanya datang dari wilayah sekitar, tetapi juga merambah ke berbagai daerah di luar pulau, menandai dimulainya musim ramai bagi para perajin.

Lansia Penjaga Tradisi di Balik Kesibukan

Suasana sibuk terpancar dari sebuah rumah produksi di Jalan Tukangan, Danurejan. Yang menarik perhatian adalah para pekerja utamanya: sekelompok lansia yang dengan cekatan dan semangat tinggi mengaduk adonan serta mencetak kue. Keahlian tangan mereka, yang terasah bertahun-tahun, menjadi tulang punggung proses pembuatan kue keranjang di tempat ini.

Rumah produksi ini memiliki kapasitas yang cukup besar, mampu menghasilkan hingga dua ton kue keranjang setiap musim Imlek. Mengandalkan metode tradisional tanpa bahan pengawet, kue hasil olahan mereka dikenal memiliki daya tahan yang lama, bahkan bisa bertahan hingga satu tahun jika disimpan dengan cara yang benar.

Rasa Konsisten yang Menjadi Daya Tarik Utama

Dengan harga jual Rp50.000 per kilogram, kue keranjang ini memiliki pangsa pasar yang luas. Pelanggan setia tidak hanya berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, tetapi juga dari kota-kota lain seperti Lampung. Rahasia ketahanan usahanya selama empat dekade terletak pada konsistensi rasa yang berhasil dipertahankan dari tahun ke tahun.

Ling-Ling, anak dari pemilik usaha, memberikan gambaran mengenai pola permintaan yang biasanya terjadi. Ia mengungkapkan bahwa puncak pesanan memang belum sepenuhnya terasa karena waktu perayaan masih ada beberapa minggu ke depan.

"Kalau jumlah orderan tuh biasa seperti tahun-tahun kemarin, karena kita sudah ada langganan kan. Cuman ini kan masih terlalu panjang. Waktunya tuh masih kurang berapa minggu, masih dua minggu. Jadi ya masih biasa-biasa aja," tuturnya dalam program Newsline Metro TV, Sabtu, 7 Februari 2026.

Peningkatan Signifikan Menandai Momen Puncak

Dalam operasi sehari-hari, tempat ini biasa memproduksi sekitar 100 buah kue keranjang. Namun, gelombang peningkatan pesanan mulai terasa jelas di awal bulan. Tanggal 1 Februari 2026 menjadi penanda dimulainya periode sibuk, dengan lonjakan permintaan yang signifikan.

Ling-Ling menjelaskan lebih lanjut mengenai volume pesanan yang sudah harus dipenuhi. "Kemarin mulai masuk tanggal 1 Februari naik, naik 1.000 biji. Jogja sama Lampung sudah, yang akan dikirim tuh 300 kg," jelasnya.

Gambaran ini memperlihatkan ritme khas industri rumahan yang mengandalkan tradisi. Keberadaan para pekerja lansia bukan sekadar tenaga kerja, melainkan juga penjaga keaslian cita rasa yang menjadi warisan dan daya tarik utama produk mereka di tengah persaingan pasar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar