Gelondongan Raksasa Serbu Pantai Lampung Usai Kapal Tongkang Kandas

- Jumat, 05 Desember 2025 | 09:25 WIB
Gelondongan Raksasa Serbu Pantai Lampung Usai Kapal Tongkang Kandas

Pesisir Barat, Lampung – Sebuah pemandangan tak biasa memenuhi garis pantai Tanjung Setia. Ribuan batang kayu raksasa, dengan diameter mencapai dua meter lebih, teronggok tak beraturan di pasir. Video yang merekam kejadian ini langsung viral, bikin heboh warganet. Rupanya, kayu-kayu sebesar itu adalah muatan sebuah kapal tongkang yang kandas diterpa cuaca ekstrem.

Dari foto dan video yang beredar, kondisi pantai benar-benar berubah. Gelondongan-gelondongan kayu besar berserakan, memenuhi tepian. Tak jauh dari sana, badan kapal tongkang yang malang terlihat jelas, terdampar di perairan dangkal.

Yang bikin mata terbelalak, kayu sebanyak ini ternyata dibawa dari Sumatra Barat. Jenisnya beragam, ada meranti merah, meranti putih, dan kruing. Total volumenya mencapai 4.800 kubik! Menurut informasi awal, kapal itu kandas setelah tali pengikat muatannya kusut dan terlilit akibat amukan angin kencang dan gelombang tinggi. Akibatnya, ribuan batang kayu pun terempas ke pantai, bahkan memenuhi jalur tempat nelayan biasa menambatkan perahunya.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan kejadian ini. Polisi sudah bergerak cepat untuk menanganinya.

“Kapal tongkang di Pesisir Barat. Pada 2 November dari Sumatera Barat menuju ke arah Pesisir Barat. Kemudian kandas akibat cuaca ekstrem dan terlilit talinya,” jelas Kombes Yuni, Kamis (5/12/2025).

Dia menambahkan, kapal masih teronggok di lokasi kejadian sampai sekarang. Untuk mengusut penyebabnya, Polres Pesisir Barat bersama Direktorat Polair telah memeriksa tiga anak buah kapal.

“Kondisinya masih ada di sana. Aparat sudah mengambil langkah-langkah dan tindakan, sudah ambil keterangan tiga ABK. Muatan kayu itu, beban muatan kurang lebih 4.800 kubik terdiri atas kayu meranti merah, kayu meranti putih, kayu kruing,” ujarnya lagi.

Nah, soal penanganan selanjutnya, pihak berwajib masih menunggu koordinasi dengan instansi terkait. Sementara itu, kayu-kayu yang terdampar itu terus diawasi ketat. Semua untuk kepentingan penyelidikan yang lebih mendalam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler