Jakarta, Maret 2026 – Arus mudik tahun ini kembali mendapat suntikan semangat dari kalangan BUMN. IDSurvey, lewat program Mudik Bersama BUMN, memberangkatkan sekitar 1.400 orang pemudik ke berbagai penjuru tanah air. Ini bukan kali pertama mereka terlibat. Komitmennya jelas: sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus upaya nyata mendukung kelancaran mudik nasional.
Program yang digagas bersama sejumlah BUMN lain ini memang punya target besar: mengangkut lebih dari 100.000 pemudik. Caranya? Dengan memanfaatkan beragam moda transportasi. Bus, kereta api, sampai kapal laut disiapkan untuk memastikan perjalanan yang lebih aman dan tentu saja, terjangkau.
Nah, untuk eksekusinya, IDSurvey mengerahkan anak-anak perusahaannya. PT Biro Klasifikasi Indonesia, PT SUCOFINDO, dan PT Surveyor Indonesia bahu-membahu menyediakan 22 armada bus plus layanan kereta api. Tujuannya beragam, mulai dari Semarang, Yogyakarta, Solo, hingga kota-kota lain seperti Surabaya, Malang, Padang, dan Palembang.
Keberangkatannya sendiri dilakukan bertahap. Kereta api lebih dulu meluncur dari Stasiun Pasar Senen pada 16 Maret. Esok harinya, giliran bus-bus bergerak dari area Gelora Bung Karno dan beberapa titik lain di Jakarta. Suasana di lokasi keberangkatan terlihat cukup ramai, penuh haru dan tawa para pemudik yang rindu kampung halaman.
Yang menarik tahun ini adalah sistem pendaftarannya. Mereka pakai basis data terintegrasi memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sistem ini terkoneksi antar-BUMN dan Kemenhub. Tujuannya sederhana tapi penting: mencegah pendaftaran ganda dan memastikan data peserta akurat. Alhasil, penyaluran bantuan bisa lebih tepat sasaran.
Menurut CEO IDSurvey, Arisudono Soerono, program ini adalah kontribusi konkret mereka untuk membantu masyarakat merayakan Lebaran bersama keluarga.
“Ini bukan sekadar soal memberikan tiket gratis. Lebih dari itu, kami ingin meningkatkan keselamatan perjalanan mereka,” ujarnya.
Pandangan serupa datang dari Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto. Ia menilai inisiatif semacam ini menawarkan solusi mobilitas yang jauh lebih aman dan efisien bagi publik.
Sementara itu, Sandry Pasambuna, Dirut SUCOFINDO, punya sudut pandang lain. Ia menekankan bahwa penyediaan angkutan massal bersama bisa membantu mengurai kemacetan. Logikanya, dengan adanya opsi ini, jumlah kendaraan pribadi di jalan raya kemungkinan bisa berkurang.
Dukungan juga datang dari PT Surveyor Indonesia. Fajar Wibhiyadi, Direktur Utamanya, menyebut peran mereka meluas hingga ke sektor telekomunikasi dan layanan kesehatan pendukung. Intinya, mereka tak cuma fokus pada pemberangkatan, tapi juga memastikan ekosistem mudik berjalan lancar dari hulu ke hilir.
Sinergi seperti ini, tentu saja, punya dampak ganda. Di satu sisi, program sosial berjalan. Di sisi lain, sumber daya yang ada bisa dimanfaatkan secara lebih optimal. Harapannya, langkah kecil ini bisa memberi dampak langsung bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Sebagai holding BUMN di bidang pengujian, inspeksi, dan sertifikasi, IDSurvey memang terus berupaya memperluas perannya. Tak hanya di ranah industri, tapi juga dengan menghadirkan program-program sosial yang relevan dan berkelanjutan untuk masyarakat Indonesia. Mudik gratis tahun ini adalah salah satu buktinya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi