Di Hotel Merapi Merbabu, Selasa (30/12), suasana jumpa pers akhir tahun berlangsung cukup hangat. Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, tampil dengan pembawaan yang tenang. Ia menyampaikan sebuah pesan yang cukup menarik perhatian, terutama terkait respons jajarannya terhadap kehadiran Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Intinya sederhana: jangan baper. Anggoro meminta agar polisi tidak perlu tersinggung atau baper dengan adanya komisi tersebut.
"Ada satu poin penting bahwa polisi tidak boleh baper terhadap tim percepatan reformasi," tegas Anggoro.
Justru, menurutnya, kehadiran lembaga itu patut disambut dengan baik. Ia mengaku senang dengan dibentuknya komisi ini. Bagi Anggoro, ini adalah peluang. Sebuah cara untuk mempercepat perbaikan di tubuh Polri, menutupi berbagai kekurangan yang mungkin masih ada.
"Sehingga apa yang kurang dari kepolisian semakin cepat bisa diperbaiki," lanjutnya, sambil mengingatkan harapan masyarakat sejak reformasi 98, saat Polri dipisahkan dari TNI.
Harapannya jelas. Ia ingin komisi ini betul-betul memberikan dampak yang signifikan, bukan sekadar wacana. Dampak itu harus terasa nyata, baik dalam hal perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, maupun dalam penegakan hukum yang berkeadilan.
"Baik di dalam perlindungan pelayanan masyarakat juga di dalam penegakkan hukum yang berkeadilan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Penuhi Amanah Terakhir Jupe, Bantu Ibunda yang Terpuruk Ekonomi
Ketua Ombudsman RI Ditahan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Nikel
Unhas Tanggapi Laporan Pungli Terhadap Pengusaha Rental Papan Ucapan di Area Kampus
Warga Jemur Gabah di Badan Jalan Bypass Mamminasata, Lalu Lintas Tetap Ramai