Harga minyak sawit mentah atau CPO kembali merangkak naik. Pada Kamis lalu, tepatnya 19 Maret 2026, kontrak acuan untuk pengiriman Juni di bursa Malaysia ditutup menguat 1,86 persen, berada di level 4.612 ringgit per ton. Ini sekaligus mencatatkan kenaikan untuk pekan ketiga berturut-turut.
Nah, penguatan ini tak lepas dari sentimen positif dari bursa komoditas Dalian, di mana harga minyak nabati lainnya juga bergerak naik. Meski begitu, ada faktor yang menghalangi laju kenaikan jadi lebih deras: aksi ambil untung. Apalagi, pekan perdagangan kemarin terpotong libur Idulfitri.
Seorang trader di Kuala Lumpur yang dihubungi Reuters mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, meski mengikuti kenaikan di Dalian, pasar sudah mulai waspada.
"Sejumlah pelaku pasar juga memilih menepi selama akhir pekan panjang, sehingga membatasi potensi kenaikan lebih lanjut," ujarnya.
Perdagangan memang libur pada Jumat (20/3) dan baru akan kembali berdenyut pada 24 Maret mendatang. Dalam catatan mingguan, CPO masih berhasil menguat hampir 1 persen.
Artikel Terkait
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi
Kemenhub Klaim Harga Tiket Mudik Masih Wajar, OTA Dituding Sebabkan Persepsi Mahal