Nah, ada kabar lain yang patut disimak oleh investor. BCA berencana mengubah frekuensi pembagian dividen. Rencananya, mulai tahun buku 2026 nanti, bank ini akan membagikan dividen interim sebanyak tiga kali tentu saja jika kondisi keuangannya memungkinkan. Langkah ini jelas bertujuan memberi kepastian imbal hasil yang lebih rutin, sebuah sinyal positif bagi pasar.
Di sisi lain, fundamental BCA memang terlihat kuat. Hingga akhir 2025, ekuitasnya tercatat Rp282 triliun. Sementara itu, saldo laba yang bisa digunakan mencapai Rp259 triliun, angka yang memberi ruang cukup lebar untuk manuver dan pembagian dividen.
Bagi yang menunggu pencairan dana, berikut jadwal lengkapnya. Perhatikan tanggal-tanggal penting ini agar tidak kehilangan hak.
Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi jatuh pada 27 Maret 2026. Lalu, Ex Dividen-nya di pasar yang sama terjadi tiga hari kemudian, tepatnya 30 Maret. Untuk Pasar Tunai, Cum Dividen pada 31 Maret dan Ex Dividen-nya 1 April 2026. Pembayaran dividennya sendiri baru akan dilakukan pada 8 April 2026.
Jadi, bagi pemegang saham, ada angin segar dari BCA di awal tahun ini. Besarnya dividen dan perubahan frekuensi pembayaran ke depan menunjukkan kepercayaan direksi terhadap kesehatan bank, sekaligus komitmen untuk membagi hasil yang manis kepada para investor.
Artikel Terkait
CBDK Catat Laba Bersih Rp1,36 Triliun, Melonjak 48% di 2025
Wall Street Rebound Dihantui Data Campuran dan Ekspektasi Suku Bunga Tinggi
Persiapan Mudik Lebaran 2026: Ban Tepat Jadi Kunci Hemat Daya Mobil Listrik
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%