Ivo menjelaskan lebih detail soal hal ini. Peningkatan total aset terutama ditopang oleh kenaikan aset tidak lancar yang tumbuh pesat sebesar 48,5 persen, menjadi Rp988,77 miliar.
"Kenaikan itu mencerminkan investasi perseroan dalam mendukung kegiatan operasional, termasuk penguatan armada alat berat dan infrastruktur penunjang kegiatan penambangan," jelasnya.
Ini semua merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Tujuannya jelas: meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas layanan yang diberikan kepada setiap mitra kerja.
Ke depan, Ivo menyebut diversifikasi proyek dan penguatan kemitraan akan tetap jadi faktor penjaga stabilitas kinerja. Perseroan pun terus membuka peluang untuk kerja sama baru dengan berbagai mitra strategis.
Optimisme itu tetap terpelihara. Menurut Ivo, prospek industri nikel nasional masih sangat menjanjikan, seiring dengan permintaan global yang terus meningkat.
"Perseroan akan terus memperkuat kapasitas operasional, termasuk memperluas lini usaha baru, dan tentunya tetap menjaga kualitas layanan," tutup Ivo.
Dengan kinerja tahun 2025 yang solid, langkah MINE ke depan tentu akan banyak diantisipasi para pemangku kepentingannya.
Artikel Terkait
Jatis Mobile Siapkan Buyback Saham Senilai Rp35 Miliar untuk Stabilisasi Harga
BULL Tambah Armada dengan Kapal Tanker LNG Kedua, Siap Operasi 2026
Wall Street Turun Tertekan Eskalasi Konflik Iran dan Ancaman Harga Minyak
Wall Street Turun Tertekan Ancaman Perang dan Lonjakan Harga Minyak