Iran Ancam Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel

- Selasa, 10 Maret 2026 | 09:40 WIB
Iran Ancam Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel

Di sisi lain, arus perdagangan global juga terhambat. Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui seperlima kapal tanker minyak dan gas dunia, praktis ditutup selama seminggu. Bayangkan dampaknya.

Lalu, bagaimana reaksi pasar? Cukup ekstrem. Harga minyak mentah Brent, patokan internasional, sempat melesat hingga USD119,50 per barel di perdagangan awal minggu di kawasan Asia Pasifik. Ini jadi kali pertama harga tembus ambang psikologis USD100 sejak invasi Rusia ke Ukraina dulu. Sentimen panik jelas mendorongnya.

Namun begitu, kenaikan gila-gilaan itu nggak bertahan lama. Kabar bahwa para menteri keuangan G7 akan membahas pelepasan cadangan minyak bersama-sama berhasil meredakan ketegangan. Pada akhir hari yang sama, harga Brent merosot tajam ke posisi USD85 per barel. Patokan WTI untuk minyak AS juga mengalami nasib serupa, turun ke USD86 per barel setelah sebelumnya nyaris menyentuh USD103.

Jadi, meski ancaman USD200 per barel terdengar menyeramkan, pasar sepertinya masih punya napas. Volatilitas tinggi masih akan terus terjadi, tapi langkah-langkah politik dan cadangan strategis masih mampu jadi penahan guncangan. Untuk sementara.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar