Biasanya, Jakarta jadi kota yang sepi saat Lebaran tiba. Tapi tahun ini, ada yang beda. Pemerintah DKI Jakarta justru meluncurkan program baru bernama 'Mudik ke Jakarta'. Intinya, mereka ingin mengajak orang-orang berwisata ke Ibu Kota pas liburan Idul Fitri nanti.
Gubernur DKI, Pramono Anung, punya alasan tersendiri. Menurutnya, kondisi lengang Jakarta justru jadi peluang emas. Momentum ini bisa dimanfaatkan untuk menghidupkan sektor pariwisata dan ritel yang biasanya agak lesu.
"Yang menjadi tag line utamanya adalah 'Jakarta Lengang, Liburan dan Belanja Senang, Cuan Datang',"
kata Pramono di Balai Kota, Selasa kemarin.
Nah, untuk mewujudkan ini, Pemprov enggak kerja sendirian. Mereka sudah menggandeng para pelaku industri pariwisata. Tujuannya jelas: menyiapkan beragam paket wisata yang menarik dan mudah diakses.
Asisten Perekonomian dan Keuangan DKI, Suharini Eliawati, membeberkan beberapa destinasi yang masuk dalam paket. Taman Mini Indonesia Indah, Ancol, dan Ragunan jadi beberapa lokasi andalan.
"Jadi kita kerja sama dengan Astindo di antaranya, kita membuat bundling paket-paket wisata di TMII di antaranya, Ragunan di antaranya, Ancol,"
jelas Suharini.
Kerja sama dengan asosiasi biro perjalanan ini diharapkan bisa mempermudah wisatawan mengeksplor Jakarta.
Gimana dengan belanja? Jangan khawatir. Selain paket wisata, ada juga berbagai promo yang digelar selama Ramadan hingga Lebaran. Kabarnya, diskon di mall-mall bisa mencapai 80 persen, lho. Lumayan banget.
Inti dari program 'Mudik ke Jakarta' ini sederhana. Mereka berharap arus mudik yang biasanya hanya satu arah keluar Jakarta bisa punya penyeimbang. Dengan datangnya wisatawan dari daerah, perekonomian kota diharapkan tetap bergeliat meski banyak penduduknya yang pulang kampung.
Artikel Terkait
Militer Israel Keluarkan Peringatan Evakuasi Mendesak bagi Warga Lebanon Selatan di Tengah Gencatan Senjata
TNI Gelar Latihan Perang Gabungan di Karimunjawa, Menhan Tegaskan Efek Gentar bagi Pengusik Kedaulatan
Macron Perintahkan Perluasan Arsenal Nuklir Prancis, Rusia Bereaksi Keras
Mensos Gus Ipul Resmikan Pelatihan Manajemen untuk Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Rakyat