Namun begitu, perusahaan ini tak hanya berpangku tangan. Di balik dinamika pasar yang volatile, mereka mengaku sedang memperkuat strategi pertumbuhan. Caranya? Dengan menjajaki dan merencanakan akuisisi sejumlah aset energi strategis lain yang dinilai punya prospek menjanjikan untuk jangka panjang.
Adrian menjelaskan lebih detail. Baginya, momen ini adalah peluang emas untuk memperkokoh portofolio.
“Perseroan terus mencermati perkembangan harga komoditas energi global. Dengan meningkatnya harga minyak dunia, nilai keekonomian dari portofolio aset energi yang dimiliki perseroan juga berpotensi meningkat. Mengingat aset perseroan memiliki korelasi langsung dengan harga minyak global, kenaikan harga tersebut secara umum dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan perseroan dan pada akhirnya berpotensi meningkatkan profitabilitas atau net profit perseroan,”
tuturnya.
Sebagai perusahaan investasi di bidang energi, komitmen RATU ke depan jelas: terus bertumbuh. Strateginya akan dijalankan lewat pengembangan portofolio aset yang berkelanjutan. Tentu saja, semua itu dilakukan dengan tidak melupakan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan pengelolaan risiko yang hati-hati. Mereka sadar, industri energi global penuh gejolak, dan kesigapan mengelola risiko adalah kunci.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Iran Ancam Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Pasar Saham Asia Bangkit, Minyak Anjlok Usai Komentar Trump Soal Perang Timur Tengah
Rupiah Tertekan Global, Pelemahan Masih Lebih Moderat Dibanding Mata Uang Asia Lain
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Belum Akan Dinaikkan