Rating dari Skytrax baru saja keluar, dan Garuda Indonesia harus menerima kenyataan: mereka turun ke peringkat bintang 4. Kabar ini tentu mengejutkan bagi banyak pihak, mengingat maskapai kebanggaan ini pernah menyandang predikat bintang lima. Tapi, apa respons mereka? Justru sebuah janji untuk berbenah.
Corporate Secretary Garuda, Andreas Hutapea, mengakui penurunan itu. Menurutnya, standar layanan yang selama ini dijalankan sudah tak lagi memenuhi kriteria kelas bintang lima versi Skytrax. Penilaiannya sendiri fokus pada kualitas kabin dan pelayanan awak pesawat.
"Berdasarkan hasil penilaian Skytrax, standar layanan yang disediakan oleh perseroan sudah tidak lagi relevan dengan standar maskapai bintang lima," ujarnya.
Jumat lalu (6/3/2026), Andreas menjelaskan bahwa perseroan tak tinggal diam. Mereka sedang menjalani transformasi pelayanan besar-besaran. Intinya, semua titik yang bersentuhan dengan penumpang akan dibenahi dan disegarkan. Ada roadmap khusus yang disusun untuk itu.
"Perseroan tengah menjalankan berbagai pembenahan mendasar melalui penyusunan roadmap peningkatan pelayanan secara menyeluruh, yang mencakup perbaikan dan penyegaran terhadap sejumlah touch points perjalanan penumpang," katanya.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp35.000 per Gram, Tembus Rp3 Jutaan
IHSG Anjlok 8%, Investor Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp2,48 Triliun
IFSH Cetak Kenaikan 81,56% di Tengah Pelemahan IHSG 7,89%
Wall Street Ditutup Merah Pekan Lalu, Dihantam Ketegangan Timur Tengah dan Data Pekerjaan AS yang Lemah