Wall Street Beringsut Naik, Mata Tertuju pada Keputusan The Fed Pekan Depan

- Senin, 08 Desember 2025 | 06:30 WIB
Wall Street Beringsut Naik, Mata Tertuju pada Keputusan The Fed Pekan Depan

Wall Street menutup pekan dengan catatan hijau, meski kenaikannya tipis saja. Sentimen pasar masih didominasi harapan bahwa The Fed akan memotong suku bunga pekan depan, didorong oleh serangkaian data ekonomi yang baru dirilis.

Dow Jones naik 0,22% ke level 47.954,99. Sementara itu, S&P 500 bertambah 0,19% dan Nasdaq menguat sedikit lebih tinggi, yaitu 0,31%. Kenaikan ini sekaligus menandai pekan kedua beruntun ketiga indeks utama itu bergerak positif.

Setelah penutupan pemerintah AS yang sempat mengacaukan kalender rilis data, kini arus informasi mulai lancar lagi. Para pelaku pasar pun punya lebih banyak bahan untuk mencermati kondisi ekonomi terkini.

Data belanja konsumen untuk September, misalnya, menunjukkan kenaikan 0,3%, sesuai ekspektasi. Angka Agustus sendiri direvisi turun. Di sisi lain, indeks harga PCE inti yang jadi patokan favorit The Fed naik 0,3% pada bulan yang sama. Secara tahunan, inflasi ini tercatat 2,8%, masih sesuai proyeksi.

Yang menarik, sentimen konsumen dari survei University of Michigan justru melampaui perkiraan, menguat jadi 53,3 di awal Desember ini.

Nah, dengan data-data itu, pasar sekarang hampir yakin The Fed akan bertindak. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang pemotongan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Rabu depan mencapai 87,2%. Padahal dua pekan lalu, angka itu masih di bawah 30%. Perubahan drastis ini terjadi setelah sejumlah pejabat bank sentral mulai bersuara mendukung langkah tersebut.

“Semua mata tertuju ke Rabu depan. Kemungkinan potongan suku bunga seperempat poin sangat tinggi,” kata Michael Sheldon, seorang portfolio manager di Washington Trust Wealth Management.

“Tapi yang lebih penting justru petunjuk ke depannya. Apa yang akan mereka sampaikan setelah keputusan itu? Itu yang ditunggu pasar,” tambahnya.

Di antara saham-saham individu, ada beberapa yang bergerak tajam. Saham Warner Bros Discovery melonjak 6,3% setelah Netflix setuju membeli divisi TV dan filmnya dengan nilai fantastis, 72 miliar dolar. Kesepakatan ini mengakhiri drama penawaran yang berlangsung beberapa minggu. Sayangnya, saham Netflix sendiri justru turun 2,9%.

Sektor komunikasi jadi yang terbaik pekan ini, naik hampir 1% dan cetak rekor tertinggi baru. Sebaliknya, sektor kesehatan S&P 500 melemah. Pemicunya, sebuah panel penasihat vaksin membatalkan rekomendasi vaksin hepatitis B untuk semua bayi baru lahir.

Meski S&P 500 sudah mendekati 1% dari rekor tertingginya, sorotan justru beralih ke saham-saham kecil. Indeks Russell 2000 naik 0,8% pekan ini, melanjutkan reli gila-gilaan 5,5% di pekan sebelumnya. Saham-saham ini dianggap paling diuntungkan jika suku bunga turun.

“Lihat saja, saham-saham dengan kualitas rendah, tidak profit, dan utang tinggi yang biasanya sangat volatil justru yang paling melesat akhir-akhir ini,” jelas Jed Ellerbroek dari Argent Capital Management. “Itu semua karena ekspektasi suku bunga akan turun lebih dalam.”

Di luar itu, ada juga kabar baik dari Ulta Beauty. Saham retailer kecantikan itu melonjak 12,7% setelah mereka meningkatkan proyeksi penjualan dan laba untuk tahun ini.

Secara keseluruhan, suasana pasar masih hati-hati. Jumlah saham yang turun sedikit lebih banyak daripada yang naik. Volume perdagangan juga terpantau lebih rendah dari rata-rata 20 hari, hanya sekitar 16,2 miliar saham. Tampaknya, banyak investor memilih menunggu di pinggir lapangan sebelum keputusan penting The Fed pekan depan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler