tambahnya.
Performa keuangan AVIA sendiri terbilang solid. Di tahun 2025, perseroan membukukan laba bersih Rp1,74 triliun, atau naik sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,66 triliun. Pertumbuhan ini tentu jadi fondasi yang bagus untuk kebijakan dividen.
Dan bicara soal dividen, AVIA punya track record yang menarik. Tiga tahun berturut-turut, mereka membagikan dividen tunai dengan nominal yang sama persis: Rp22 per saham. Rinciannya, Rp11 per saham dibayarkan sebagai dividen interim dan Rp11 lagi sebagai dividen final. Untuk tahun buku 2024 saja, total dividen yang diguyurkan mencapai Rp1,3 triliun.
Lalu bagaimana dengan tahun ini? Pada November 2025 lalu, dividen interim sebesar Rp11 per saham sudah lebih dulu dicairkan. Dengan asumsi DPR sekitar 80 persen mirip dengan tahun sebelumnya maka besar kemungkinan sisa dividen yang akan dibagikan nanti juga sekitar Rp11 per saham. Jadi totalnya tetap Rp22.
Di pasar, saham AVIA ditutup di level Rp420 pada perdagangan sore ini. Dengan angka dividen yang diprediksi itu, yield-nya menggiurkan, sekitar 5,24 persen per tahun. Angka yang cukup menarik untuk diperhitungkan, bukan?
Artikel Terkait
Garuda Indonesia Turun Peringkat ke Bintang 4, Janjikan Transformasi Layanan
Wall Street Anjlok Diterjang Data Buruk dan Ancaman Perang di Timur Tengah
Pemerintah Siapkan Bansos dan Diskon Transportasi untuk Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026
Danantara Tunjuk Dua Perusahaan China Kelola Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi dan Denpasar