MURIANETWORK.COM - Tim relawan dari Jhonlin Group berhasil memulihkan akses jalan utama di Kampung Sekumur, Aceh Tamiang, yang terputus total akibat banjir bandang pada 26 November lalu. Pemulihan jalur vital ini mengakhiri isolasi warga yang selama hampir sepuluh hari kesulitan mendapatkan bantuan kemanusiaan pascabencana.
Dampak Parah dan Isolasi yang Menyusul
Kampung Sekumur termasuk wilayah yang paling menderita akibat amukan banjir bandang. Dari total 276 rumah warga, hanya delapan unit yang tersisa, itupun dalam kondisi rusak berat. Selebihnya, hancur tersapu arus deras yang juga membawa serta kayu-kayu gelondongan besar. Material lumpur dan kayu itu menimbun jalan utama, memutus akses keluar-masuk kampung dan secara efektif mengisolasi warga dari dunia luar. Situasi ini secara langsung menghambat distribusi bantuan yang sangat dibutuhkan.
Respon Cepat di Tengah Medan Sulit
Merespon laporan dari pemangku adat setempat, tim rescue Jhonlin Group segera bergerak. Kapten Rescue mereka, Rahmatullah, mengakui bahwa medan yang sulit menjadi tantangan utama. Jarak yang jauh dari pusat kabupaten diperparah dengan adanya longsoran di beberapa ruas jalan, yang sempat menyulitkan mobilisasi alat berat menuju lokasi terdampak paling parah.
“Sekitar 10 hari pascakejadian, masyarakat baru mulai menerima bantuan karena akses yang sangat terbatas,” jelas Rahmatullah.
Artikel Terkait
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon
Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Polandia 3-2 dalam Drama Play-off
Paus Leo XIV Ungkap Trump Berupaya Cari Jalan Akhiri Perang dengan Iran
Pertamina Tegaskan Harga BBM Tak Akan Naik, Imbau Masyarakat Hindari Panic Buying