Pemerintah Diimbai Siapkan Ruang Fiskal Lebih Besar Antisipasi Dampak Krisis Global

- Kamis, 05 Maret 2026 | 12:20 WIB
Pemerintah Diimbai Siapkan Ruang Fiskal Lebih Besar Antisipasi Dampak Krisis Global

Dengan defisit 4 persen, pemerintah akan punya ruang gerak fiskal yang lebih leluasa. Tapi Anthony mengingatkan, langkah itu harus dibarengi dengan upaya menjaga dunia usaha agar tetap bisa bernapas.

“Kalau perusahaan tidak mampu bertahan, dampaknya langsung ke buruh melalui PHK. Karena itu, harus ada jaring pengaman sosial yang kuat agar tidak terjadi gelombang PHK tanpa perlindungan,” katanya.

Ia memprediksi, dalam krisis yang berlarut, penurunan daya beli masyarakat hampir tak terhindarkan. Secara psikologis, orang akan lebih berhati-hati, menahan pengeluaran, dan cuma fokus pada kebutuhan pokok seperti sembako.

Bayangkan jika kondisi itu dialami puluhan juta orang. Industri bakal terpukul karena permintaan anjlok drastis. Ujung-ujungnya, perlambatan ekonomi bisa makin dalam dan sulit dikendalikan.

Maka dari itu, Anthony menekankan, setiap rupiah dari anggaran negara harus dipakai dengan pertimbangan yang sangat matang. Di masa normal, pengeluaran mungkin bisa lebih santai. Tapi dalam "mode perang" seperti sekarang, fokusnya harus tajam: prioritas hanya untuk hal-hal yang paling mendesak dan berdampak langsung pada perlindungan rakyat dan stabilitas ekonomi.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar