Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran 2026

- Kamis, 05 Maret 2026 | 07:40 WIB
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran 2026

JAKARTA – Menjelang Lebaran 2026, pemerintah mengklaim stok pangan dan energi nasional dalam kondisi aman. Fokusnya sekarang? Menjaga barang tetap tersedia di pasar dan harganya stabil, sehingga bisa dijangkau masyarakat luas.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, terus menekankan upaya menjaga pasokan dan harga ini. Ia bahkan sudah blusukan ke sejumlah daerah untuk memastikan semuanya berjalan mulus.

“Saya mengurusi pangan, bagaimana Lebaran itu ketersediaan terjaga dan harga tetap terjangkau,” kata Zulhas, sapaan akrabnya, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

“Saya juga sudah minta untuk keliling Indonesia, ke daerah-daerah, bertemu bupati dan wali kota agar menggelar bazar atau operasi pasar,” ujarnya menambahkan.

Menurut Zulhas, pemerintah daerah punya ruang untuk intervensi. Mereka bisa memanfaatkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memberi subsidi, entah itu untuk transportasi atau langsung pada harga barang.

Di sisi lain, sektor energi juga dapat perhatian serius. Pemerintah memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG aman untuk memenuhi kebutuhan saat arus mudik dan perayaan.

Pernyataan ini ditegaskan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Usai rapat dengan Dewan Energi Nasional, ia menyampaikan bahwa stok untuk Lebaran dipastikan aman, meski ada gejolak geopolitik global.

“Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM untuk menjelang Hari Raya Idulfitri, insyaallah, semuanya aman, termasuk LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan, meskipun memang terjadi dinamika global di Iran dan Israel,” tegas Bahlil.

Soal harga, Bahlil memberikan kepastian. Harga BBM bersubsidi tidak akan naik dalam waktu dekat, bahkan hingga Lebaran usai. Tekanan dari kenaikan harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah, katanya, tidak akan mengubah komitmen itu.

“Harga BBM bersubsidi saya pastikan sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan. Sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran,” ungkapnya.

Namun begitu, untuk BBM non-subsidi ceritanya berbeda. Penyesuaian harganya akan tetap mengikuti mekanisme pasar yang berlaku, sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

Intinya, pemerintah berjanji akan terus mengawal situasi. Koordinasi antar kementerian dan lembaga akan diperketat hingga masa liburan selesai. Tujuannya satu: memastikan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar, tanpa kekhawatiran soal pangan atau energi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar