JAKARTA – Menjelang Lebaran 2026, pemerintah mengklaim stok pangan dan energi nasional dalam kondisi aman. Fokusnya sekarang? Menjaga barang tetap tersedia di pasar dan harganya stabil, sehingga bisa dijangkau masyarakat luas.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, terus menekankan upaya menjaga pasokan dan harga ini. Ia bahkan sudah blusukan ke sejumlah daerah untuk memastikan semuanya berjalan mulus.
“Saya mengurusi pangan, bagaimana Lebaran itu ketersediaan terjaga dan harga tetap terjangkau,” kata Zulhas, sapaan akrabnya, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
“Saya juga sudah minta untuk keliling Indonesia, ke daerah-daerah, bertemu bupati dan wali kota agar menggelar bazar atau operasi pasar,” ujarnya menambahkan.
Menurut Zulhas, pemerintah daerah punya ruang untuk intervensi. Mereka bisa memanfaatkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memberi subsidi, entah itu untuk transportasi atau langsung pada harga barang.
Di sisi lain, sektor energi juga dapat perhatian serius. Pemerintah memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG aman untuk memenuhi kebutuhan saat arus mudik dan perayaan.
Pernyataan ini ditegaskan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Usai rapat dengan Dewan Energi Nasional, ia menyampaikan bahwa stok untuk Lebaran dipastikan aman, meski ada gejolak geopolitik global.
“Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM untuk menjelang Hari Raya Idulfitri, insyaallah, semuanya aman, termasuk LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan, meskipun memang terjadi dinamika global di Iran dan Israel,” tegas Bahlil.
Soal harga, Bahlil memberikan kepastian. Harga BBM bersubsidi tidak akan naik dalam waktu dekat, bahkan hingga Lebaran usai. Tekanan dari kenaikan harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah, katanya, tidak akan mengubah komitmen itu.
“Harga BBM bersubsidi saya pastikan sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan. Sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran,” ungkapnya.
Namun begitu, untuk BBM non-subsidi ceritanya berbeda. Penyesuaian harganya akan tetap mengikuti mekanisme pasar yang berlaku, sesuai aturan yang sudah ditetapkan.
Intinya, pemerintah berjanji akan terus mengawal situasi. Koordinasi antar kementerian dan lembaga akan diperketat hingga masa liburan selesai. Tujuannya satu: memastikan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar, tanpa kekhawatiran soal pangan atau energi.
Artikel Terkait
Kesepakatan AS-Iran Redakan Ketegangan Global, Bitcoin Tembus 65.900 Dolar AS
Sepuluh Saham Ini Catat Pertumbuhan Investor Tertinggi di Tengah IHSG Terkoreksi 11,92 Persen pada Mei 2026
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk Raup Rp498 Miliar dari Private Placement, Dua Investor Institusi Masuk
Utang Luar Negeri Indonesia Naik 1,9 Persen Jadi 439,8 Miliar Dolar AS per April 2026