Jakarta – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, pemerintah tak cuma mengandalkan kesiapan fisik jalan. Kali ini, mereka meluncurkan sejumlah kontak dan aplikasi krusial yang diharapkan jadi senjata andalan pemudik untuk menghadapi situasi darurat di jalan.
Melalui Badan Komunikasi Pemerintah, Kementerian Perhubungan memperketat infrastruktur informasi. Tujuannya jelas: tekan angka kecelakaan dan urai kemacetan yang sudah bisa diprediksi bakal terjadi. Panduan yang dirilis cukup komprehensif, mencakup mulai dari nomor darurat nasional hingga aplikasi pemantau lalu lintas real-time.
“Simpan sebelum berangkat,” begitu bunyi pesan tertulis dari dokumen resmi Kemenhub yang dikutip Kamis (5/3/2026). Pesannya tegas: akses informasi yang cepat adalah kunci keselamatan di jalan raya.
Nah, untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, masyarakat diimbau memanfaatkan dua aplikasi utama. Yang pertama, Travoy dari Jasa Marga. Aplikasi ini memberi akses ke CCTV tol, info tarif terkini, lokasi rest area, dan pembaruan kondisi lalu lintas. Sementara Tol Kita dari BPJT lebih fokus pada informasi detail ruas tol dan kondisi perkerasan jalan di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah juga membagi pusat bantuan (call center) berdasarkan wilayah. Tujuannya agar respons bantuan baik teknis maupun medis bisa lebih cepat.
Untuk kawasan Trans-Jawa, layanan terpusat di nomor 14080, mencakup area Jabodetabek hingga Cileunyi. Sementara wilayah Jawa Tengah dan Timur punya kontak spesifik kota. Semarang, misalnya, bisa dihubungi di 024-7607777. Untuk ruas Solo-Ngawi, nomornya 0271-6882222.
Lalu bagaimana dengan Trans-Sumatra? Bantuan tersebar di sepanjang titik strategis, dari Bakauheni hingga ujung utara. Salah satu titik krusial di ruas Sigli-Banda Aceh, misalnya, bisa dihubungi lewat 0821-6434-6434.
Dalam situasi yang benar-benar kritis dan mengancam nyawa, pemudik bisa mengakses Nomor Darurat Terintegrasi 112. Layanan ini menghubungkan pengguna ke berbagai instansi lintas sektoral sekaligus.
Beberapa layanan spesifik lain juga disiagakan penuh. Untuk pelaporan kriminal atau kecelakaan, hubungi Polisi (110). Layanan ambulans dan kegawatdaruratan kesehatan primer ada di 119. Sementara Basarnas untuk evakuasi dan pencarian tersedia di 115. Tak lupa, Posko Bencana Alam di 129 untuk mengantisipasi gangguan akibat cuaca ekstrem atau bencana.
Melalui kampanye “Mudik Nyaman Bersama”, pemerintah berharap pemudik tak hanya mempersiapkan kendaraan. Persiapan informasi dinilai sama pentingnya. Bagi yang lebih suka bertanya langsung, tersedia juga layanan pesan singkat via WhatsApp Jalur Mudik di 0822-8885-8884. Layanan ini diklaim beroperasi 24 jam nonstop selama periode mudik.
Intinya, perjalanan panjang mudik tahun ini diharapkan bisa lebih terpantau dan aman. Asalkan, para pemudik mau menyiapkan diri dengan informasi yang sudah disediakan.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Masih Cari Metode Efektif Tangani Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu
AS Cegat Kapal Kargo Iran di Teluk, Perundingan Terancam Batal
JK Klaim Jokowi Bisa Jadi Presiden Berkat Perannya, Merespons Laporan Polisi
AZ Alkmaar Hancurkan NEC Nijmegen 5-1, Juara Piala Belanda