Reli Saham Asia Dipicu Sinyal Redupnya Ketegangan AS-Iran

- Kamis, 05 Maret 2026 | 09:15 WIB
Reli Saham Asia Dipicu Sinyal Redupnya Ketegangan AS-Iran

Pasar saham Asia bangkit dengan energi baru pada Kamis pagi. Setelah beberapa hari dihajar aksi jual, terutama di Korea Selatan, sentimen berubah drastis. Indeks KOSPI melonjak luar biasa, naik 11 persen dan menembus level 5.600. Ini adalah pemulihan yang dramatis, mengingat indeks itu sempat anjlok hampir 20 persen dalam tiga hari sebelumnya.

Volatilitasnya begitu tinggi hingga bursa Korea sampai mengaktifkan lagi mekanisme sidecar, menghentikan perdagangan program untuk meredam gejolak. Tapi pagi ini, semuanya berwarna hijau. Saham-saham teknologi dan semikonduktor, yang sebelumnya jadi sasaran empuk, kini memimpin penguatan.

Menurut data Trading Economics, dua raksasa chip, Samsung Electronics dan SK Hynix, masing-masing meroket lebih dari 14 dan 15 persen. Kenaikan serupa terjadi pada Hanmi Semiconductor yang naik 21 persen, Woori Technology melesat 27 persen, bahkan Hyundai Motor ikut merasakan gairah dengan kenaikan 15 persen.

Reli ini tak hanya terjadi di Negeri Ginseng. Jepang juga ikut merasakan angin segar. Indeks Nikkei 225 naik 3,9 persen, sementara Topix menguat 3,7 persen. Kenaikan ini datang setelah tiga hari berturut-turut indeks Negeri Sakura itu tertekan, bahkan sempat menyentuh level terendah satu bulan pada Rabu lalu. Secara total, Nikkei telah kehilangan 7,8 persen dalam tiga sesi sebelum akhirnya rebound hari ini.

Lalu, apa yang memicu perubahan suasana hati pasar ini? Ternyata, sinyal dari Wall Street semalam punya pengaruh besar. Bursa AS menguat setelah ada kabar yang sedikit meredakan ketegangan. The New York Times melaporkan bahwa aparat intelijen Iran dikabarkan telah menghubungi CIA, membuka peluang dialog. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump berjanji menjaga stabilitas pasar minyak dengan mengawal kapal tanker di Selat Hormuz dan menyiapkan skema asuransi.

Kabar-kabar itu cukup untuk memberi kelegaan sesaat. Investor pun kembali berani, memborong kembali aset-aset berisiko, terutama saham teknologi yang sebelumnya dijual. Nvidia naik 2,3 persen, Amazon bertambah 3,7 persen, dan Applied Digital bahkan melonjak 9,3 persen.

Namun begitu, di balik euforia hari ini, ada keraguan yang masih menggantung. Sejumlah pejabat AS disebut masih meragukan kesiapan kedua belah pihak untuk benar-benar meredakan ketegangan dalam waktu dekat. Richard Bernstein, CEO Richard Bernstein Advisors, mengingatkan bahwa prospek perang yang bisa memicu inflasi tambahan tetap menjadi ancaman serius dan sumber volatilitas ke depan.

Pemulihan hari ini terasa luas. Selain Korsel dan Jepang, Shanghai Composite naik 0,50 persen, Hang Seng Hong Kong tumbuh 1,30 persen. Pasar Australia dan Singapura juga ikut menguat, meski lebih moderat. Tampaknya, untuk sementara, pasar memilih untuk bernapas lega. Tapi semua masih menunggu kejelasan lebih lanjut: berapa lama konflik ini akan berlangsung, dan apa dampak sesungguhnya bagi pertumbuhan ekonomi serta harga-harga global.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar