Ramadan dan Lebaran selalu jadi momen spesial bagi dunia ritel. Tak bisa dipungkiri, saat THR cair, dompet masyarakat pun ikut bernafas lega. Uang itu tak cuma untuk belanja kebutuhan pokok, tapi juga untuk hal-hal yang sifatnya lebih personal sebagai bentuk self reward setelah setahun bekerja keras.
Nah, di sinilah biasanya penjualan gadget dan produk lifestyle ikut meroket. Pola musiman ini jadi penyokong kinerja emiten ritel, terutama yang bergerak di kategori-kategori tadi. Data penjualan ritel nasional pun kerap mencatat pertumbuhan tahunan yang cukup solid di periode ini.
Menurut sejumlah saksi, masyarakat sekarang memang lebih luas cara pandangnya. Gadget dan elektronik dianggap sebagai alat penunjang produktivitas. Sementara itu, budaya mudik dan silaturahmi memberi angin segar bagi sektor fashion dan gaya hidup aktif. Semuanya kebagian rezeki.
Tapi, kita harus ingat. Katalis musiman seperti ini sifatnya cuma sementara. Jangka pendek. Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, semua kembali lagi pada fundamental perusahaan dan strategi ekspansi yang dijalankan.
“Peluncuran iPhone 17 kami pandang sebagai salah satu katalis kuat bagi ERAA,” ujar Abdul Azis, Analis Kiwoom Sekuritas.
Dia bilang, kontribusi smartphone dan tablet masih mendominasi, mencapai hampir 80 persen dari total pendapatan ERAA. Antusiasme terhadap produk flagship seperti ini berpotensi besar mendongkrak volume penjualan.
“Antusiasme terhadap produk flagship ini berpotensi meningkatkan volume penjualan dan product mix, sehingga mendukung ekspansi margin serta memperkuat momentum ekspansi jaringan ritel perusahaan.”
Dari sisi operasional, ekspansi masih jadi motor utama. Lewat anak usahanya, ERAL, perusahaan baru saja membuka gerai JD Sports di Manado. Langkah ini dinilai bisa memperkuat posisi mereka di segmen lifestyle yang marjinya relatif lebih tinggi.
Tak cuma itu, diversifikasi juga terus digenjot. Ada pop-up store XPeng di Bandung untuk mengenalkan kendaraan listrik, juga kemitraan dengan Belkin untuk aksesori premium. Mereka jelas tak mau berhenti di satu titik.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 0,54% di Awal Sesi, Rebound Usai Tekanan
Harga Emas Antam Turun Rp13.000 per Gram di Butik Setiabudi
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Pelemahan Pasar Saham Asia dan Lonjakan Harga Energi
Permintaan Properti High-End Tumbuh, Pasar Menengah Masih Tertatih