Keluarga besar di balik Ultra Jaya, produsen susu UHT ternama itu, kembali menunjukkan kepercayaan dirinya pada perusahaan. Presiden Direktur sekaligus sang pendiri, Sabana Prawirawidjaja, baru-baru ini menambah porsi sahamnya di pasar. Tak sendirian, langkah serupa diambil oleh anaknya, Suhendra Prawirawidjaja, yang duduk sebagai Komisaris.
Menurut keterbukaan informasi yang dirilis Selasa lalu, Sabana memborong 700 ribu saham ULTJ. Transaksi itu dia lakukan dengan harga rata-rata Rp1.440 per lembar, yang berarti ada sekitar Rp1 miliar dana yang dikeluarkannya.
"Tujuannya untuk bisnis,"
ujar Sabana singkat. Pernyataan sederhana itu punya bobot yang tidak main-main. Aksi beli ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai pengendali utama. Saat ini, kepemilikannya sudah mencapai sekitar 5,53 miliar saham atau setara 53,16% dari modal perseroan.
Di sisi lain, Suhendra juga tak ketinggalan. Dia membeli 550 ribu saham di harga yang sama, merogoh kocek kurang lebih Rp800 juta. Dengan tambahan ini, kepemilikan pribadinya merangkak naik menjadi 126,6 juta saham, atau sekitar 1,22% dari total modal.
Kalau dilihat lebih luas, kendali atas Ultra Jaya memang masih sangat kuat di tangan keluarga Prawirawidjaja. Selain lewat kepemilikan langsung, Sabana juga menguasai saham melalui PT Prawirajawidja Prakarsa, yang memegang porsi 23,78%. Anak lainnya, Samudera Prawirawidjaja, memiliki 375 juta saham atau 3,61%. Sementara itu, porsi publik tercatat sekitar 1,89 miliar saham, setara 18% saja.
Langkah keluarga ini menarik untuk diamati, terutama dalam konteks pergerakan saham ULTJ yang sedang tidak bersemangat. Sepanjang tahun 2025, saham perusahaan ini terpangkas hampir 20%, terperosok ke level Rp1.440. Imbasnya, kapitalisasi pasarnya pun menyusut hingga ke angka Rp15 triliun.
Di tengah tekanan itu, aksi beli dari dalam internal ini bisa dibaca sebagai sebuah sinyal. Sebuah bentuk keyakinan bahwa masa sulit ini akan bisa dilalui.
Artikel Terkait
Metland Targetkan Marketing Sales Rp2 Triliun pada 2026
Hong Kong Salip Swiss sebagai Pusat Kekayaan Lintas Batas Terbesar Dunia
Metland Bagikan Dividen Rp74,2 Miliar dari Laba 2025, Setara Rp9,7 per Saham
PT Daaz Bara Lestari Nilai Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Berdampak Material pada Kinerja