Jumat malam (5/12), Istora Senayan ramai oleh kader Partai Golkar yang merayakan hari jadinya ke-61. Di tengah kemeriahan itu, hadir Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, ia menyentuh satu isu yang kerap jadi perbincangan: biaya demokrasi.
Prabowo menekankan, Indonesia butuh sistem politik yang tak menguras kantong. "Demokrasi harus kita bikin minimal ongkos politik," ujarnya tegas. Menurutnya, kondisi saat ini justru membuka peluang korupsi. Politik yang mahal, katanya, cenderung hanya menguntungkan segelintir orang berduit.
"Yang disampaikan Partai Golkar berkali-kali harus kita pertimbangkan dengan baik-baik. Demokrasi harus mengurangi terlalu banyak permainan uang. Supaya nanti politik kita jangan ditentukan hanya orang-orang yang berduit,"
Pernyataan itu disambut tepuk tangan hadirin. Gagasannya sejalan dengan arah yang ingin dituju Golkar, begitu menurut Prabowo.
Lalu, bagaimana mewujudkannya? Salah satu usulan konkretnya adalah mengubah sistem Pilkada. Prabowo mengusulkan agar gubernur dan bupati dipilih langsung oleh DPRD, bukan lagi lewat pemilihan umum yang melibatkan seluruh rakyat.
Artikel Terkait
Wali Kota Madiun Diperiksa KPK, Ratusan Juta Disita dari OTT
Prabowo dan London: Kisah Rumah Kedua yang Menjadi Diplomasi
Gaji Guru Kalah dari Tukang Cuci Piring: Prioritas Negara yang Tumpul
Depresi Usai Dipalak Miliaran, Ibu Rumah Tangga Loncat dari Kapal Feri