JAKARTA - Rumah layak huni memang sudah seharusnya jadi prioritas. Bukan cuma urusan kota besar, tapi juga di pelosok desa. Nah, kondisi inilah yang sekarang dialami warga Desa Jahitan, di Seruyan Hilir, Kalimantan Tengah. Rumah-rumah mereka perlahan dibenahi lewat sebuah program bernama Pondasi.
Ambil contoh kisah Mujianto. Ia sempat merasakan pahitnya hidup ketika angin kencang melanda daerahnya di tahun 2024 lalu. Huniannya nyaris rata dengan tanah.
“Atapnya terangkat, dindingnya retak. Setengah rumah ini hancur,”
kenangnya. Keadaannya saat itu memang memprihatinkan.
Dengan kondisi keuangan yang pas-pasan, Mujianto terpaksa bertahan di rumah yang hampir ambruk itu. Setiap kali cuaca buruk datang, hujan atau angin kencang, rasa was-was langsung menyergap. Rumahnya tak lagi memberi rasa aman. Justru sebaliknya, kekhawatiran akan keselamatan keluarganya terus menghantui hari-harinya.
Namun begitu, angin perubahan akhirnya berhembus. Bantuan perbaikan rumah datang melalui program Pondasi – singkatan dari Program Renovasi dan Sanitasi. Inisiatif ini dijalankan oleh PT Triputra Agro Persada Tbk di sekitar wilayah operasional anak perusahaannya, salah satunya PT Gawi Bahandep Sawit Mekar.
“Sekarang rumah sudah diperbaiki, jadi bisa hidup lebih tenang dan layak lagi,”
ucap Mujianto dengan nada lega. Perbedaannya terasa nyata.
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret
BGN Klarifikasi Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG: Skema Efisien, Risiko Ditanggung Mitra