Di sisi lain, laporan keuangan per akhir Desember 2025 juga menunjukkan penguatan struktur. Total aset ENRG membengkak jadi USD 1,82 miliar, naik dari posisi akhir 2024. Liabilitas memang ikut naik, tapi ekuitasnya melonjak jauh lebih signifikan, menandakan kesehatan yang lebih baik.
Soal ekuitas, angkanya mencapai USD 822,74 juta, jauh melampaui posisi USD 657,14 juta di akhir 2024. Peningkatan yang cukup mencolok.
Perjalanan sepanjang 2025 tentu tak lepas dari investasi besar yang mereka gelontorkan. Perseroan diketahui mengucurkan dana lebih dari USD 250 juta. Dana segitu dipakai untuk program eksplorasi dan pengembangan di seluruh aset produksi yang mereka miliki.
Menurut Syailendra, investasi besar ini bukan tanpa alasan. Hasilnya sudah mulai terlihat.
“Investasi itu berdampak positif untuk meningkatkan keandalan lapangan kami. Sekaligus, ini membuka peluang untuk ekspansi kapasitas produksi di masa yang akan datang,” tuturnya.
Jadi, secara keseluruhan, tahun lalu menjadi periode yang positif bagi ENRG. Mereka berhasil mendongkrak laba, memperkuat struktur keuangan, dan berinvestasi untuk masa depan sebuah kombinasi yang cukup menjanjikan.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Merah, Dihantui Ketegangan Iran dan Inflasi yang Membandel
RGAS Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Material Konstruksi pada 2026
Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Putin atas Dukungan Masuknya Indonesia ke BRICS
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026