Setelah satu setengah dekade mengemban tugas, Anwar Usman akhirnya melepas jabatannya sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi. Acara pelepasan atau wisuda purnabakti yang digelar Senin (13/4) sore itu, diwarnai pesan khususnya bagi para kolega yang masih bertugas.
Inti pesannya sederhana tapi berat: dalam dunia peradilan, mustahil mencari popularitas. Setiap keputusan yang dijatuhkan, kata Anwar, hampir pasti akan melahirkan pihak yang kecewa. "Paling tidak menambah satu musuh," ujarnya dengan nada tenang namun tegas.
Ia lalu bercerita tentang pengalaman pahit yang dialami seorang koleganya, Prof. Saldi, tak lama setelah dilantik.
Artikel Terkait
Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 337 Ponsel Ilegal Senilai Rp3,76 Miliar
Anwar Usman Purnabakti dari MK: Setiap Putusan Menambah Musuh
Pemutakhiran Data Bansos 2026: 11.014 Keluarga Dicoret, 25.665 Ditambahkan
Kemensos Gandeng Perusahaan Jepang Siapkan Lulusan Sekolah Rakyat Jadi Caregiver