Pertemuan di Kremlin, Moskow, Senin lalu, diwarnai ucapan terima kasih dari Presiden Prabowo Subianto. Beliau secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, atas dukungan yang diberikan pemerintah Rusia. Dukungan itu sangat krusial, terutama dalam proses penerimaan Indonesia ke dalam kelompok BRICS.
“Intinya, saya datang hari ini untuk mengucapkan terima kasih,” ujar Prabowo dalam pertemuan bilateral itu.
“Kepada Presiden Putin dan Pemerintah Rusia. Pertama, kami diterima begitu cepat di BRICS.”
Bagi Prabowo, dukungan Rusia ini bukan sekadar formalitas. Ia menilai langkah ini penting, sebuah terobosan yang bisa memperkuat posisi Indonesia di panggung dunia. BRICS sendiri bukan kelompok sembarangan. Ini adalah forum negara-negara berkembang utama yang membahas kerja sama, mulai dari ekonomi, politik, hingga isu keamanan.
Kini, keanggotaannya bertambah. Selain lima pendiri Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan kelompok ini telah merekrut beberapa kekuatan baru. Arab Saudi, Mesir, Etiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab sudah bergabung. Dan sekarang, Indonesia resmi menyusul.
Di sisi lain, Vladimir Putin pun menyambut baik kehadiran Indonesia. Menurutnya, langkah ini membuka banyak peluang.
“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS,” kata Putin.
“Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita.”
Pertemuan di Moskow itu, pada akhirnya, lebih dari sekadar ucapan terima kasih. Ada tekad yang dipertegas dari kedua belah pihak. Tekad untuk mempererat hubungan bilateral yang sudah terjalin, dan tentu saja, untuk memperluas kemitraan strategis antara Jakarta dan Moskow ke level yang lebih tinggi lagi. Suasana hangat di Kremlin seolah menandai babak baru dalam kerja sama kedua negara.
Artikel Terkait
BRImo Raih Penghargaan Inovasi Digital, Catat 48,43 Juta Pengguna Hingga April 2026
IHSG Ditutup Melemah Tipis, MNC Sekuritas Proyeksikan Koreksi Lanjutan ke Level 5.899
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,799 Juta per Gram pada Perdagangan Hari Ini
Saham Grup Prajogo Mendominasi, Nilai Transaksi Harian BEI Melonjak 30 Persen