Memang, bagi BRI, urusan bagi dividen ini bukan cuma soal membahagiakan pemegang saham semata. Ini juga strategi. Dengan modal yang berlimpah, mereka bisa mendistribusikan lebih banyak laba tanpa perlu khawatir mengganggu rencana ekspansi bisnis di masa mendatang. Di sisi lain, langkah ini sekaligus menjadi cara untuk mengelola struktur modal agar tetap efisien.
Efek sampingnya? Bisa positif. Return on Equity (ROE) perusahaan diproyeksikan ikut terdongkrak.
“Selain untuk kondisi permodalan yang optimal, ini upaya kami memberikan nilai tambah berkelanjutan ke pemegang saham. ROI ikut naik kalau dividennya lebih besar, return on equity BRI juga akan lebih tinggi,” pungkas Hery.
Reputasi BRI sebagai emiten yang royal bagi dividen memang sudah dikenal. Sinyal terbaru dari petingginya ini tentu semakin menguatkan ekspektasi pasar. Sekarang, tinggal menunggu pengumuman resmi nilai dividen per sahamnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nanti.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Melemah, Investor Domestik Lakukan Net Sell Rp200 Miliar
IHSG Terperosok 0,97%, Hampir Semua Sektor Tertekan
Analis: Reli IHSG 6% Ditopang Domestik, Investor Asing Masih Keluar Rp3,3 Triliun
Analis: IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Meski Risiko Masih Mengintai