Analis: IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Meski Risiko Masih Mengintai

- Senin, 13 April 2026 | 08:00 WIB
Analis: IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Meski Risiko Masih Mengintai

Setelah sempat terpuruk di bawah level psikologis 7.000, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menunjukkan sinyal akan berbalik arah. Pekan lalu, pergerakannya cukup menarik untuk dicermati.

Dinamika geopolitik Timur Tengah, terutama soal gencatan senjata, sempat memberi angin segar. Tapi jangan terlalu cepat berharap. Menurut sejumlah analis, suasana pasar masih bisa berubah-ubah mengikuti perkembangan di kawasan itu, apalagi setelah negosiasi AS dan Iran di Islamabad disebut-sebut gagal.

Dari sisi chart, ada sinyal teknis yang cukup menggembirakan. Muhammad Nafan Aji, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, melihat IHSG berhasil menembus area resistance kunci di 7.117–7.222.

"Itu modal bagus untuk penguatan lebih lanjut," katanya.

Namun begitu, Nafan mengingatkan untuk tetap waspada. "Selama IHSG mampu bertahan di atas 7.200, peluang lanjutan masih terbuka. Tapi potensi koreksi jangka pendek tetap ada setelah penguatan yang signifikan ini," tambahnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Di sisi lain, sentimen sesaat dinilai jadi pendorong utama. Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, menekankan bahwa fundamental ekonomi kita sebenarnya belum berubah secara signifikan.

"Gencatan senjata ini memang katalis positif jangka pendek, tapi sifatnya sementara," ujar Rully.

Dia memperingatkan, pasar tetap rentan. "Semua bisa berbalik kalau de-eskalasi konflik tidak berkelanjutan," katanya.

Rully juga menyoroti kondisi rupiah yang masih rentan berkutat di Rp16.900 sampai Rp17.100 per dolar AS. Risiko capital outflow, atau keluarnya dana asing, masih mengintai. Ini tak lepas dari kondisi fiskal yang terlihat melebar.

Selain isu global, investor dalam negeri punya pekerjaan rumah sendiri. Defisit APBN yang merangkak ke 0,9% dari PDB jadi salah satu risiko struktural yang perlu diawasi ketat.

Dan jangan lupakan faktor eksternal lain yang tak kalah krusial: rencana peninjauan indeks MSCI pada 12 Mei mendatang. Hasil review ini, bagi banyak pelaku pasar, akan jadi penentu arah aliran dana asing dalam beberapa pekan ke depan. Keputusannya bisa bikin pasar bergerak signifikan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar