IHSG Diproyeksi Bergerak Tak Menentu, Terjepit Sentimen Lokal dan Global

- Senin, 23 Februari 2026 | 10:20 WIB
IHSG Diproyeksi Bergerak Tak Menentu, Terjepit Sentimen Lokal dan Global

Pasar saham kita diprediksi bakal buka dengan pergerakan yang tak menentu hari ini, Senin (23/2/2026). IHSG seperti terjepit di antara sentimen lokal yang lumayan hangat dan kabar-kabar global yang justru bikin was-was.

Ratih Mustikoningsih, analis dari Ajaib Sekuritas, memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang yang cukup lebar, antara 8.180 hingga 8.360.

"IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam kisaran 8.180-8.360,"

tulisnya dalam riset yang dirilis pagi ini. Proyeksi itu muncul meski dalam sepekan terakhir IHSG sebenarnya masih mampu mencetak keuntungan tipis 0,72 persen per 20 Februari lalu. Apa yang mendorong? Aliran dana asing yang masuk Rp2,07 triliun ke seluruh pasar jelas jadi penopang utama.

Kalau dilihat per sektor, transportasi jadi yang paling moncer dengan kenaikan 4,12 persen. Sektor material dasar juga tak kalah solid, naik 3,22 persen. Tapi, jangan senang dulu. Di tengah catatan hijau itu, ada fakta yang bikin sedikit khawatir: kinerja IHSG kita ternyata masih ketinggalan dibandingkan bursa-bursa utama lain di ASEAN.

Tekanan lain datang dari rupiah. Kurs JISDOR tercatat melemah ke level Rp16.885 per dolar AS pada akhir pekan lalu. Ini terjadi justru ketika beberapa mata uang global lainnya menguat. Kondisi ini, tentu saja, menambah beban sentimen negatif untuk pasar domestik.

Nah, hari ini pelaku pasar juga bakal menunggu rilis data jumlah uang beredar (M2). Data itu berpotensi naik, seiring dengan pertumbuhan kredit. Bagi banyak analis, angka ini jadi petunjuk penting untuk membaca likuiditas dan aktivitas ekonomi kita ke depan.

Dari luar negeri, suasana malah lebih suram. Futures saham AS melemah setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana baru untuk menaikkan tarif perdagangan. Langkah ini diambil setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif yang berlaku sejak April 2025.

Yang bikin pasar kaget, rencana kenaikannya cukup drastis. Trump berencana menaikkan tarif jadi 15 persen, dari yang sebelumnya cuma 10 persen. Dan itu direncanakan hanya sehari setelah pengumuman awal! Ketidakpastian kebijakan dagang AS ini langsung bikin aset-aset berisiko tertekan.

Tak heran, emas langsung jadi primadona. Harga logam mulia itu terus merangkak naik dan sempat sentuh level USD 5.148 per ons dalam perdagangan intraday tadi. Ini jelas sinyal kuat bahwa investor sedang ramai-ramai cari tempat aman.

Selain dari AS, mata juga tertuju ke China. Pasar Asia menanti rilis suku bunga pinjaman acuan (LPR) mereka pekan ini. Mayoritas memperkirakan suku bunga 1 tahun akan bertahan di 3 persen dan suku bunga 5 tahun di 3,5 persen. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi mereka.

Di tengah kondisi yang variatif ini, Ajaib Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham untuk diperhatikan:

1. ANTM
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 4.220
Target Harga: 4.370
Stop loss: 4.000
Saham ini berpotensi lanjut bullish dengan membentuk higher high. Meski momentum MACD bar histogram melemah, tapi itu masih dalam fase akumulasi.

2. AMMN
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 7.900
Target Harga: 8.225
Stop loss: 7.450
Potensi untuk bullish continuation masih ada dalam tren sideways mayor. Indikator MACD bar histogram masih positif, menunjukkan momentum akumulasi.

3. HRUM
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 1.210
Target Harga: 1.260
Stop loss: 1.160
Saham ini berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji resistance, dengan pola inverse head and shoulder yang terbentuk. Indikator MACD juga mendukung dalam fase akumulasi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar