MURIANETWORK.COM - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) secara resmi mengumumkan penambahan modal kepada anak perusahaannya, PT Satu Summarecon Sukses, senilai Rp2,46 miliar. Transaksi afiliasi yang dilaksanakan pada 18 Februari 2026 ini telah dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan ketentuan transaksi afiliasi yang berlaku.
Pelaporan Transaksi Sesuai Regulasi
Sebagai perusahaan publik, Summarecon Agung wajib menyampaikan setiap transaksi afiliasi kepada otoritas pasar modal. Kebijakan ini merupakan bagian dari prinsip keterbukaan informasi yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Corporate Secretary SMRA, Lydia Tjio, menegaskan hal ini dalam laporan resmi yang disampaikan ke BEI. "PT Summarecon Agung Tbk, berkedudukan di Kota Jakarta Timur, dengan ini melaporkan transaksi afiliasi berupa penambahan modal Rp2,46 miliar oleh perseroan pada perusahaan terkendali perseroan lainnya," jelasnya dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Jumat (20/2/2026).
Kinerja Keuangan di Tengah Tantangan Pasar
Keputusan penambahan modal ini terjadi dalam konteks kinerja keuangan perseroan yang tercatat mengalami tekanan pada periode tertentu. Berdasarkan laporan keuangan auditan per 25 November 2025, pendapatan bersih Summarecon pada periode Januari-September 2025 tercatat sebesar Rp6,4 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 15 persen dibandingkan capaian Rp7,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut terutama disumbang oleh segmen penjualan rumah tapak, yang merupakan tulang punggung utama bisnisnya. Pendapatan dari segmen ini anjlok signifikan sebesar 35 persen, dari Rp4,3 triliun menjadi Rp2,8 triliun. Meski demikian, performa beberapa segmen lain justru menunjukkan tren positif. Penjualan komersial naik 39 persen menjadi Rp614 miliar, apartemen meningkat 24 persen menjadi Rp248 miliar, dan kapling tanah menyumbang Rp164 miliar.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Ubah Skema Pembiayaan Koperasi Desa, APBN Kini Tanggung Utang
Pemerintah Targetkan 400.000 Unit Bedah Rumah pada 2026
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair 9.000 DWT, Siap Layar 2026
PTBA Targetkan Reaktivasi Tambang Warisan Dunia Ombilin pada 2026