Summarecon Agung Tambah Modal Anak Usaha Rp2,46 Miliar di Tengah Tekanan Penjualan

- Jumat, 20 Februari 2026 | 18:20 WIB
Summarecon Agung Tambah Modal Anak Usaha Rp2,46 Miliar di Tengah Tekanan Penjualan

MURIANETWORK.COM - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) secara resmi mengumumkan penambahan modal kepada anak perusahaannya, PT Satu Summarecon Sukses, senilai Rp2,46 miliar. Transaksi afiliasi yang dilaksanakan pada 18 Februari 2026 ini telah dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan ketentuan transaksi afiliasi yang berlaku.

Pelaporan Transaksi Sesuai Regulasi

Sebagai perusahaan publik, Summarecon Agung wajib menyampaikan setiap transaksi afiliasi kepada otoritas pasar modal. Kebijakan ini merupakan bagian dari prinsip keterbukaan informasi yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Corporate Secretary SMRA, Lydia Tjio, menegaskan hal ini dalam laporan resmi yang disampaikan ke BEI. "PT Summarecon Agung Tbk, berkedudukan di Kota Jakarta Timur, dengan ini melaporkan transaksi afiliasi berupa penambahan modal Rp2,46 miliar oleh perseroan pada perusahaan terkendali perseroan lainnya," jelasnya dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Jumat (20/2/2026).

Kinerja Keuangan di Tengah Tantangan Pasar

Keputusan penambahan modal ini terjadi dalam konteks kinerja keuangan perseroan yang tercatat mengalami tekanan pada periode tertentu. Berdasarkan laporan keuangan auditan per 25 November 2025, pendapatan bersih Summarecon pada periode Januari-September 2025 tercatat sebesar Rp6,4 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 15 persen dibandingkan capaian Rp7,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut terutama disumbang oleh segmen penjualan rumah tapak, yang merupakan tulang punggung utama bisnisnya. Pendapatan dari segmen ini anjlok signifikan sebesar 35 persen, dari Rp4,3 triliun menjadi Rp2,8 triliun. Meski demikian, performa beberapa segmen lain justru menunjukkan tren positif. Penjualan komersial naik 39 persen menjadi Rp614 miliar, apartemen meningkat 24 persen menjadi Rp248 miliar, dan kapling tanah menyumbang Rp164 miliar.

Stabilitas dari Pendapatan Berulang

Di balik fluktuasi pendapatan dari penjualan properti, Summarecon masih dapat mengandalkan stabilitas dari pendapatan berulang (recurring income). Segmen ini terutama ditopang oleh kinerja mal dan ritel yang konsisten, menyumbang Rp1,56 triliun atau tumbuh tipis 1 persen. Kontribusi dari segmen hotel dan pengelolaan properti juga tetap stabil, masing-masing di kisaran Rp328 miliar dan Rp306 miliar.

Namun, tekanan pada profitabilitas tetap terlihat. Laba kotor perseroan turun 18 persen menjadi Rp3,28 triliun. Beban operasional yang bersifat tetap turut menekan laba usaha hingga 31 persen, menjadi Rp1,9 triliun. Alhasil, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terkoreksi cukup dalam, turun 41 persen dari Rp938 miliar menjadi Rp550 miliar.

Posisi Kas dan Neraca yang Tetap Solid

Meski menghadapi tantangan pada lini pendapatan dan laba, kondisi fundamental keuangan Summarecon menunjukkan ketahanan. Yang patut dicatat, arus kas dari aktivitas operasional justru melonjak 315 persen menjadi Rp527 miliar, didorong oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan sebesar 6 persen menjadi Rp6 triliun.

Posisi neraca perusahaan pun tetap terjaga kekuatannya. Hingga akhir periode pelaporan, Summarecon memiliki kas dan setara kas yang cukup likuid senilai Rp3,1 triliun. Selain itu, nilai cadangan lahan sebagai aset strategis masa depan juga mengalami peningkatan menjadi Rp10,2 triliun, atau naik 16 persen dari periode sebelumnya. Kondisi ini memberikan ruang manuver bagi perusahaan untuk terus menjalankan strategi bisnis dan investasinya, termasuk langkah penambahan modal ke anak usaha seperti yang baru saja dilaporkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar