JAKARTA – Kemenangan bersejarah itu ternyata tak cukup untuk membuat Hector Souto tersenyum. Di tengah euforia Timnas Futsal Indonesia yang baru saja melaju ke semifinal Piala Asia Futsal 2026, sang pelatih justru tampak dingin. Ekspresinya datar, bahkan cenderung masam, saat ditemui awak media usai pertandingan.
Malam sebelumnya, Skuad Garuda berhasil menumbangkan Vietnam dengan skor ketat 3-2 di Indonesia Arena. Hasil ini sekaligus memecahkan rekor: untuk pertama kalinya, Indonesia menembus babak empat besar kompetisi bergengsi ini. Suasana di dalam arena tentu saja riuh, penuh sorak-sorai.
Namun begitu, suasana hati Souto jelas berbeda.
“Saya tidak bisa (tersenyum). Saya tidak senang,”
ucap pelatih asal Spanyol itu dengan lugas, menolak permintaan wartawan untuk berpose ceria. Pernyataannya langsung meredam suasana. Bagi Souto, tiket semifinal bukanlah alasan untuk berpuas diri.
Dia mengakui, catatan sejarah itu memang penting. Tapi di sisi lain, performa yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang laga jauh dari memuaskan. “Ya, kami mencetak sejarah, itu benar. Hasilnya sangat bagus, tapi saya ulangi lagi, saya sangat tidak puas,” tegasnya. Kemenangan, baginya, tak boleh menutupi segudang kekurangan yang masih mencolok.
Pada usia 44 tahun, Souto dikenal sebagai figur yang sangat detail. Dia menuntut peningkatan signifikan, dan terang-terangan menyebut gaya bermain timnya harus berubah total jika ingin bersaing di level tertinggi Asia. “Apa yang kami lakukan sejauh ini belum cukup,” tambahnya. Kritik pedas itu seperti tamparan, sekaligus penyemangat, di ruang ganti.
Dan ujian berat itu sudah menunggu di depan mata.
Semifinal akan mempertemukan Indonesia dengan raksasa Asia, Jepang. Laga yang dijadwalkan di Indonesia Arena, Kamis besok, bakal menjadi tolok ukur nyata. Bisikan Souto tentang perlunya “perubahan gaya bermain” akan diuji seketika di lapangan hijau.
Sikap kritis pelatih itu jelas menyiratkan satu hal: target mereka bukan sekadar jadi peserta semifinal. Ada ambisi lebih besar yang ingin diraih, dan jalan menuju sana masih sangat terjal. Semua mata kini tertuju, apakah Skuad Garuda bisa menjawab tuntutan tinggi sang nahkoda di laga yang paling menentukan ini.
Artikel Terkait
Pearly Tan Pastikan Comeback di Malaysia Masters 2026 Usai Cedera Punggung
Verstappen Sebut Lini Tengah F1 GP Miami 2026 “Hutan” Usai Duel Sengit dengan Sainz
PSG Buru Harry Kane di Tengah Persiapannya Hadapi Bayern di Semifinal Liga Champions
Laga Persija vs Persib Resmi Pindah ke Stadion Segiri Samarinda