Sebaliknya, di daftar pelemah (top losers), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dengan koreksi 8,19 persen. Diikuti oleh PT Murni Sadar Tbk (MTMH) yang melemah 8,10 persen dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) yang turun 7,28 persen.
Sentimen Sektoral yang Terfragmentasi
Peta sektoral pagi ini menunjukkan performa yang terbelah, meskipun nuansa hijau lebih dominan. Sektor energi menjadi penyumbang tekanan utama dengan pelemahan 0,49 persen, diikuti oleh sektor transportasi yang turun 0,25 persen. Sektor non-siklikal dan industri juga tercatat sedikit melemah masing-masing 0,05 persen dan 0,06 persen.
Di sisi lain, optimisme justru datang dari sektor siklikal yang naik 0,20 persen, didukung oleh penguatan di sektor properti dengan kenaikan yang sama. Sektor keuangan, infrastruktur, teknologi, dan kesehatan juga mencatatkan pertumbuhan tipis, berkisar antara 0,05 hingga 0,11 persen, memberikan fondasi bagi sentimen positif secara keseluruhan di pasar.
Kondisi ini menggambarkan pasar yang sedang mencerna berbagai faktor dan selektif dalam menempatkan dananya, di mana kinerja perusahaan individual masih menjadi penentu utama pergerakan, di tengah sentimen sektoral yang belum sepenuhnya solid.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Rupiah Bisa Anjlok ke Rp17.100 per Dolar AS
Ekonom: Konflik Timur Tengah Perkuat Urgensi Insentif Kendaraan Listrik
Analis Proyeksikan IHSG Masih Rawan Koreksi, Target Support Jauh di Bawah 7.000
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 2,837 Juta per Gram