MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka hampir datar pada perdagangan Selasa (10 Februari 2026), melanjutkan kondisi stagnan dari penutupan sesi sebelumnya. Indeks utama bursa saham Indonesia itu hanya bergerak tipis ke level 8.031,58, dengan aktivitas perdagangan pagi ini didominasi oleh penguatan mayoritas saham dan beberapa sektor kunci.
Dinamika Perdagangan di Awal Sesi
Pada pembukaan pasar, volume perdagangan tercatat cukup aktif dengan 328 juta saham berpindah tangan, mencatat nilai transaksi sekitar Rp250 miliar. Frekuensi perdagangan terjadi lebih dari 37 ribu kali, mengindikasikan dinamika yang cukup hidup di antara para pelaku pasar. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, mayoritas atau 222 emiten tercatat menguat, sementara 118 saham melemah dan 681 lainnya stagnan.
Pergerakan Saham-Saham Unggulan
Pergerakan saham individual menunjukkan warna yang beragam. Di papan penguat (top gainers), PT Ifishdeco Tbk (IFSH) memimpin dengan kenaikan tajam sebesar 24,90 persen. Posisi berikutnya diisi oleh PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang menguat 24,53 persen dan PT Nusantara Almizia Tbk (NZIA) dengan kenaikan 15,32 persen.
Sebaliknya, di daftar pelemah (top losers), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dengan koreksi 8,19 persen. Diikuti oleh PT Murni Sadar Tbk (MTMH) yang melemah 8,10 persen dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) yang turun 7,28 persen.
Sentimen Sektoral yang Terfragmentasi
Peta sektoral pagi ini menunjukkan performa yang terbelah, meskipun nuansa hijau lebih dominan. Sektor energi menjadi penyumbang tekanan utama dengan pelemahan 0,49 persen, diikuti oleh sektor transportasi yang turun 0,25 persen. Sektor non-siklikal dan industri juga tercatat sedikit melemah masing-masing 0,05 persen dan 0,06 persen.
Di sisi lain, optimisme justru datang dari sektor siklikal yang naik 0,20 persen, didukung oleh penguatan di sektor properti dengan kenaikan yang sama. Sektor keuangan, infrastruktur, teknologi, dan kesehatan juga mencatatkan pertumbuhan tipis, berkisar antara 0,05 hingga 0,11 persen, memberikan fondasi bagi sentimen positif secara keseluruhan di pasar.
Kondisi ini menggambarkan pasar yang sedang mencerna berbagai faktor dan selektif dalam menempatkan dananya, di mana kinerja perusahaan individual masih menjadi penentu utama pergerakan, di tengah sentimen sektoral yang belum sepenuhnya solid.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,26% di Sesi I, Didorong Sektor Energi dan Properti
IHSG Melonjak 1,21% Meski Ada Penundaan Review FTSE Russell
FTSE Russell Tunda Review Status Pasar Indonesia hingga Juni 2026
Harga Emas Antam Naik Rp14.000 per Gram, Sentuh Rp2,95 Juta