Pasar saham kita sepertinya belum akan lepas dari tekanan. Di awal pekan ini, Senin (30/3/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melanjutkan koreksi. Suasana pasar memang belum cerah, masih dibayangi aksi jual yang cukup dominan.
Ini tidak mengherankan. Sebelumnya, di penutupan akhir pekan Jumat (27/3), IHSG sudah terperosok 0,94 persen ke level 7.097. Trennya masih cenderung lesu.
Tim riset MNC Sekuritas punya pandangan yang cukup teknis soal ini. Mereka menilai IHSG masih berada dalam fase koreksi teknikal. Artinya, risiko untuk bergerak lebih dalam masih ada.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.887,”
Begitu bunyi riset mereka yang dirilis Minggu (29/3). Target support itu cukup jauh dari posisi sekarang.
Namun begitu, bukan berarti harapan pupus. Ada peluang penguatan juga, asalkan fase koreksi ini berhasil diselesaikan dengan baik. Kalau skenario terbaik itu yang terjadi, indeks justru bisa melesat naik.
“Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.779,”
Begitu lanjut analis mereka. Jadi, pergerakannya bisa dua arah, tinggal lihat momentum mana yang lebih kuat.
Secara teknis, level support terdekat ada di kisaran 7.057 dan 6.917. Sementara itu, untuk mencoba bangkit, indeks perlu menembus dulu resistance di 7.374 hingga 7.527. Area-area ini patut dicermati.
Nah, dalam situasi seperti ini, MNC Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham spesifik. Berikut daftarnya.
CUAN - Buy on Weakness
Saham CUAN sempat menguat 2,22% ke Rp 1.150, tapi tekanan jual masih terasa. Posisinya sedang di akhir wave 5 dari wave (C). Strateginya, beli di area Rp 1.040-1.125. Target harga bisa ke Rp 1.475 atau bahkan Rp 1.745, dengan stoploss di bawah Rp 995.
DSNG - Buy on Weakness
DSNG naik lebih signifikan, 4,58% ke Rp 1.600, didukung volume beli yang muncul. Posisinya ada di bagian dari wave C dari wave (B). Rekomendasi beli di kisaran Rp 1.560-1.590. Targetnya Rp 1.670 dan Rp 1.745, stoploss di bawah Rp 1.530.
UNTR - Buy on Weakness
Saham besar ini justru terkoreksi 0,65% ke Rp 30.600 dengan tekanan jual. Posisinya sedang pada bagian dari wave (iii) dari wave [v]. Bisa diakumulasi di area Rp 29.475-30.350. Target harga Rp 31.300 dan Rp 32.000, dengan batas aman stoploss di bawah Rp 29.075.
AMRT - Sell on Strength
Berbeda dengan lainnya, untuk AMRT justru direkomendasikan jual saat menguat. Sahamnya turun 0,34% ke Rp 1.455 dan masih rawan terkoreksi lebih dalam ke area Rp 1.160-1.345. Jadi, strateginya adalah sell on strength di harga Rp 1.470-1.520.
Begitulah proyeksi pasar di awal pekan. Semua mata kini tertuju pada IHSG, apakah bisa bertahan atau justru melanjutkan koreksinya.
Artikel Terkait
Citra Tubindo Bagikan Dividen 21,78 Juta Dolar AS ke Pemegang Saham
PT BEEF Rombak Direksi dan Komisaris, Ari Wijayanto Ditunjuk sebagai Dirut Baru
Pasokan Hewan Kurban Nasional Surplus 800 Ribu Ekor, Wamentan: Indikasi Ketahanan Pangan Baik
NRCA Bagikan Dividen Rp99,8 Miliar, Setara Rp40 per Saham