Latar Belakang Akuisisi dan Kondisi Pasar
Langkah tender wajib ini merupakan konsekuensi logis dari perubahan pengendalian perusahaan yang telah terjadi sebelumnya. Calculus Investment secara resmi menjadi pengendali baru STAR setelah mengakuisisi 32,19% saham senilai Rp135,95 miliar pada 20 November 2025 lalu. Transaksi pembelian saham blok itu juga dilakukan pada level harga Rp88 per saham, menggeser posisi PT Kencana Selaras Sejahtera (KSS) sebagai pemegang saham pengendali sebelumnya.
Perkembangan ini terjadi di tengah gejolak harga saham STAR di pasar reguler yang cukup dramatis. Menjelang pengumuman tender, saham emiten ini mengalami volatilitas tinggi. Bursa Efek Indonesia terpaksa melakukan suspensi perdagangan saham STAR sejak 29 Januari 2026 setelah harganya melonjak signifikan dan menyentuh auto reject atas (ARA) selama dua hari berturut-turut.
Catatan perdagangan terakhir sebelum suspensi menunjukkan saham STAR ditutup pada level Rp780 per saham pada Rabu (28/2/2026). Posisi itu merepresentasikan kenaikan harian sebesar 24,80%. Lebih mencengangkan lagi, dalam rentang satu bulan, saham tersebut berhasil mengakumulasi keuntungan yang sangat tajam, mencapai 74,11%.
Artikel Terkait
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor
ESDM Siap Naikkan Harga Patokan Nikel Usai Perintah Presiden Prabowo