Investor Asing Akumulasi Saham Bank Mandiri Rp680 Miliar Meski IHSG Tertekan

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:00 WIB
Investor Asing Akumulasi Saham Bank Mandiri Rp680 Miliar Meski IHSG Tertekan

Di balik koreksi indeks, terdapat indikasi bahwa gejolak pasar mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Sejumlah indikator teknis, seperti frekuensi, volume, dan nilai transaksi harian, mengalami penurunan yang cukup tajam. Fenomena ini dapat ditafsirkan sebagai berkurangnya aksi panic selling yang sempat melanda pasar usai pengumuman MSCI pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 28,6 persen menjadi 2,72 kali, sementara volume transaksi menyusut 31,75 persen menjadi 43,2 miliar saham. Nilai transaksi harian rata-rata juga merosot 43,45 persen menjadi Rp24,75 triliun. Pola ini menggambarkan aktivitas perdagangan yang lebih tenang.

Pola Investasi Asing yang Selektif

Pengamatan terhadap pola transaksi investor asing mengungkapkan strategi yang sangat selektif dan berhati-hati. Dana asing skala besar cenderung berputar di sekitar saham-saham blue chip dengan fundamental kuat, seperti perbankan besar, sementara menghindari saham yang dianggap kurang likuid atau memiliki profil risiko tinggi. Pendekatan ini menegaskan prinsip kehati-hatian mereka dalam mengelola portofolio di pasar berkembang.

Daftar Saham yang Dibeli dan Dilepas Asing

Berikut adalah rincian saham-saham yang menjadi sasaran utama akumulasi dan pelepasan oleh investor asing selama sepekan (2-6 Februari 2026):

NET BUY (Pembelian Bersih):
PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp206,8 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp158,8 miliar
PT Astra International Tbk (ASII) Rp123,4 miliar
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp103,2 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp100,4 miliar.

NET SELL (Penjualan Bersih):
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) -Rp453,7 miliar
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) -Rp336,5 miliar
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) -Rp332,9 miliar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) -Rp326,2 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) -Rp265,3 miliar

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar