Yang cukup mencolok adalah pelemahan yang terjadi secara merata di semua sektor. Tidak ada satu pun sektor yang mampu bertahan dari tekanan jual. Mulai dari sektor energi, keuangan, properti, hingga teknologi dan kesehatan, semuanya mencatatkan penurunan. Kondisi ini menggambarkan betapa bearish-nya sentimen investor pada sesi pertama hari ini, di mana aksi ambil untung atau pengurangan eksposur terjadi secara luas tanpa terkonsentrasi pada sektor tertentu.
Pergerakan Saham-Saham Individual
Di tengah pelemahan massal, tetap ada beberapa saham yang mampu menunjukkan kinerja positif. Posisi puncak gainers diduduki oleh PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) yang melonjak 26,55 persen, diikuti PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) yang naik 26,39 persen, dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang menguat 23,91 persen.
Sebaliknya, daftar saham yang mengalami tekanan jual terberat diisi oleh PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang merosot 15 persen. Di belakangnya, PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) masing-masing terkoreksi 14,94 persen dan 14,93 persen.
Perdagangan sesi pertama hari ini menandai akhir pekan yang berat bagi IHSG. Analis pasar biasanya akan mengamati apakah tekanan jual akan berlanjut ke sesi kedua atau justru terjadi aksi beli pada level-level support tertentu, menunggu perkembangan faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi sentimen.
Artikel Terkait
Wall Street Melonjak Usai Trump Tunda Ancaman Serangan ke Iran
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%